Jokowi Gandeng Ulama, Politisi Demokrat Sebut Istana Mainkan Politik Agama

oleh -769 views

garudaonline, Jakarta: Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengkritik pernyataan calon wakil presiden Ma’ruf Amin yang menyindir koalisi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang dituding tidak menghargai keputusan Ijtimak Ulama di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Menurut Rachland, Ma’ruf yang merupakan calon pendamping petahana Joko Widodo itu sudah mulai memainkan politik identitas di saat pertarungan pilpres bahkan belum dimulai secara resmi.

“Ini baru awal. Gong tanda pertandingan dimulai bahkan belum dipukul. Politik agama, kali ini, dari istana,” katanya lewat akun pribadi @RachlanNashidik, Senin (13/8).

Kicauan Rachland itu mengomentari tautan berita soal pernyataan Ma’ruf Amin yang menyindir kubu Prabowo yang tak menghargai ulama.

Hingga berita ini diturunkan, pihak istana belum merespons tudingan yang disampaikan politikus Demokrat soal istana mainkan politik agama.

Sebelumnya Ma’ruf menyindir kubu Prabowo tidak menghargai ulama. Sebab, ia menyebut Prabowo lebih memilih pendamping nonulama, Sandiaga Uno, ketimbang cawapres rekomendasi ijtimak ulama, yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufrie atau Ustaz Abdul Somad.

“Ada sebelah sana. Ngomongnya menghargai ulama, menghargai ulama tapi usul ijtima ulamanya tidak di-dengerin,” ujar Ma’ruf di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (10/8).

Ma’ruf mengatakan sikap yang ditunjukkan Prabowo berbanding terbaik dengan apa yang dilakukan oleh Joko Widodo. Ia menilai Jokowi sangat menghormati ulama.

Salah satu bukti Jokowi menghargai ulama, kata Ma’ruf, terlihat saat bertemu dengan Mustasyar PBNU Maimoen Zubair alias Mbah Moen. Jokowi disebut sangat menaruh hormat terhadap ulama kharismatik asal Rembang tersebut.

“Saya anggap Pak Jokowi, dia itu betul-betul menghargai ulama,” ujarnya. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar