Jokowi: Keberagaman di Indonesia Bukan Sumber Perpecahan

oleh -181 views

garudaonline, Medan: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan Indonesia memiliki banyak keberagaman, memiliki banyak perbedaan. Akan tetapi hal tersebut bukanlah sumber perpecahan. Sebab aset terbesar bangsa ini adalah kerukunan, persatuan dan persaudaraan.

“Negara kita dianugerahi perbedaan majemuk beragam warna, suku, agama, bahasa. Karena ini di Medan, maka saya sampaikan Horras, kalau di Karo mejuah-juah, di Pakpak Juah-juah di Nias Yahowu. Saya belajar dari anak saya, mantu yang berasal dari Sumut,” kata Jokowi saat menghadiri perayaan Natal Nasional 2018 di Gedung Serbaguna, Jalan Williem Iskandar No 9, Medan, Sabtu (29/12/2018) malam.

Jokowi yang mengenakan pakaian etnik Batak menyampaikan masyarakat harus yakin persatuan di Indonesia sangat kuat. Sebagai anugerah Tuhan, keberagaman dan kesatuan harus dijaga, dirawat dan disyukuri dengan saling menghargai.

“Serta membantu dan saling mengasihi. Karena di mana pun kita duduk di situ ada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab Tuhan Yang Maha Esa menganugerahi kita dengan rasa persaudaraan yang tinggi, cinta kasih sebagai aset terbesar bangsa Indonesia,” tegasnya.

Menurut Jokowi, orang yang selalu membuka hati bisa menerima hikmat. Karena itu berbahagialah orang yang mendapat hikmat karena keuntungannya lebih berharga dari emas dan permata.

“Dengan menerima hikmat, jalan kita penuh kesejahteraan. Mari kita sama-sama membangun negara ini. Kita saling membantu sesama anak bangsa. Kita persiapkan anak-anak kita menghadapi masa depan. Dengan hikmat kita hadirkan rasa keadilan sosial di tanah air,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan selamat natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Dia berharap damai dan sejahtera selalu hadir di Indonesia.

“Kedamaian harus terus kita rawat, harus kita jaga dengan selalu berdoa. Dalam perayaan natal, kita perlu bersuka cita dengan apa yang diberikan Tuhan pada bangsa Indonesia,” ujar Jokowi.

Acara itu dihadiri oleh para Menteri seperti Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Loaly, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita serta para panitia acara Natal tersebut.

Khotbah dalam perayaan Natal Nasional 2018 ini dibawakan oleh Ephorus dari Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), Tuhony Telaumbanua. Tema yang diangkat yakni “Yesus Kristus adalah Hikmat Bagi Kita” yang diambil dari kitab Korintus 1:30a. Sedangkan doa syafaat dibawakan Uskup Agung Medan, Emiritus Anicetus Sinaga, OFM Cap.

Sementara itu, Ketua Umum Perayaan Natal Nasional 2018, Yasonna H Laoly mengatakan acara perayaan Natal Nasional ini dihadiri sebanyak 20 ribu umat Kristiani dari seluruh Indonesia. Acara ini, menurut Yasonna juga diisi oleh paduan suara terbesar dalam sejarah natal di Indonesia.

“Yesus menjadi sumber hikmat, perpaduan dari kecerdasan dan kesederhanaan, optimis dan rendah hati. Kami melihat hikmat itu ada pada bapak Presiden Jokowi. Natal adalah sebuah suka cita yang besar,” ungkapnya. (dfnorris)

Berikan Komentar