Joseph Kahn Ungkap Prilaku Taylor Swift di Balik Pembuatan Video

oleh -455 views

garudaonline, Jakarta: Sutradara Joseph Kahn barangkali jadi salah satu orang yang paling mengenal penyanyi Taylor Swift dalam kiprahnya di dunia hiburan.

Mengarahkan Swift untuk sedikitnya tujuh judul video musik lagu hit, Kahn tak segan memuji sikap dan perilaku sang diva dengan panggilan Taytay itu.

“Taylor Swift 100 persen berkomitmen mengerjakan apapun yang ia kerjakan,” ungkap Kahn kepada ETOnline.

“(Swift) sangat fenomenal untuk disaksikan. Saya pikir (komitmen) itu alasan ia begitu sukses karena ia bertekad untuk mengerjakan video tersebut dengan serius dan memberi usahanya semaksimal mungkin,” tambah sutradara yang pernah bekerja bersama dengan Jennifer Lopez dan Lady Gaga itu.

Sutradara asal Korea Selatan itu awalnya tak menyangka karena tidak seperti artis lain, Swift tidak bertingkah seperti bintang besar.

“Saya cukup terkejut karena ketika kamu bekerja dengannya, ia tidak seperti megabintang. Contohnya, ia tidak pernah membuatmu menunggu kukunya dipoles. Ia hanya duduk di kursi dengan sabar menunggu untuk giliran pengambilan gambar,” ceritanya.

Terlibat penuh dalam video musik ‘Blank Space’, ‘Bad Blood’, ‘Wildest Dreams’, ‘Out of the Woods’, ‘Look What You Made Me Do’, ‘…Ready for It?’, dan ‘Delicate’, Kahn merasa pemenang empat nominasi American Music Awars 2018 itu cukup kolaboratif.

Lebih lanjut, Kahn menyebut Swift adalah otak di balik makna tersembunyi semua musik videonya. Salah satu yang paling diingatnya adalah tujuh versi Taylor Swift dari perjalanan hidupnya sendiri, sebagai penutup video ‘Look What You Made Me Do’.

“Ketika berbicara soal makna mendalam, semua itu adalah idenya Swift,” jelasnya.

Komitmen sahabat Selena Gomez itu juga nampak dari perjuangannya dalam video ‘Wildest Dreams’. Kahn mengaku seluruh timnya dan Swift harus benar-benar mendaki gunung yang belum pernah dilalui orang lain di Selandia Baru.

Kagum dengan profesionalitas Swift, sutradara film ‘Bodied’ tersebut menyebut wanita kelahiran 1989 itu adalah pribadi yang lebih dewasa dibandingkan dirinya.

“Swift jauh lebih dewasa dari saya. Sebagai pembuat film, saya lebih hiper-emosional untuk mengonstruksi sebuah cerita,” ucapnya.

“Saya tidak biasa berhadapan dengan publik, sehingga dalam zona nyaman saya, membicarakan berbagai hal umumnya tidak memiliki dampak besar. (Berbeda dengan Swift) Saya tidak harus berdiri di atas panggung konser dengan 100 ribu penonton dan membuat video setiap saat,” jelas Kahn. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar