Jual Anak Lutung Emas di Medsos, Pemuda Asal Deli Serdang Ditangkap Polisi

oleh -315 views

garudaonline, Jakarta: Polda Sumut dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menangkap seorang pemuda di Dusun III, Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, karena melakukan perdagangan satwa dilindungi melalui media sosial.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan tersangka bernama Arbain (25) ditangkap di rumahnya. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti 3 ekor anak elang brontok, 3 ekor anak kucing akar dan 3 ekor anak lutung emas/lutung budeng.

“Penangkapan berawal saat tim mendapat laporan dari masyarakat bahwa tersangka memperdagangkan satwa dilindungi melalui media sosial dengan nama akun palsu yakni Keyla Safitrie. Kemudian tim melakukan penyelidikan,” kata Tatan, Jumat (11/1/2019).

Kemudian pada Rabu (8/1/2019) sekira pukul 20.30 wi, tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut didampingi pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam melakukan penyamaran dan membuat janji dengan tersangka Arbain yang dikenal melalui akun facebook palsu dengan menggunakan nama Keyla Safitrie.

“Tim membuat janji dengan tersangka untuk melakukan transaksi pembelian lutung emas/lutung budeng (Trachypithecus Auratus). Setelah bertransaksi, Tim mendapatkan 3 ekor anak lutung emas/lutung budeng. Kemudian dilakukan pengembangan ke rumahnya di Dusun III, Desa Paluh Manan,” ujarnya.

Dari pengembangan itu, tim menemukan ekor anak elang brontok (nisaetus cirrhatus) dan 1 ekor anak kucing akar / kucing tandang (prionailurus bengalensis). Tersangka mengaku sudah 6 bulan melakukan jual beli satwa dilindungi menggunakan akun facebook palsu dengan menggunakan nama Keyla Safitrie.

“Tersangka memasarkan lutung emas, kucing akar/kucing kandang, musang, monyet, tupai dan mengantar satwa tersebut dengan menggunakan jasa Gojek. Pemasaran satwa dilakukan di Medan dan sekitarnya. Satwa tersebut dijual bervariasi mulai Rp25 ribu hingga Rp400 ribu,” terang Tatan.

Tatan menambahkan tersangka Arbain memperoleh satwa yang dilindungi tersebut dari nelayan dan masyarakat di Desa Batang Serai , Desa Palu Subur dan Desa Parit Belang Kecamatan Hamparan Perak. Perdagangan satwa dilindungi ini tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang.

“Selanjutnya barang bukti satwa dilindungi tersebut diamankan dan diserahkan kepada pihak BKSDA Provinsi Sumut untuk penanganan lebih lanjut. Tersangka ditahan karena melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 05 tahun 1990 tentang Konsevasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya,” bebernya. (dfnorris)

Berikan Komentar