Kakak WNI Korban Penembakan di Christchurch: Adik Saya Masih Hidup

oleh -114 views

garudaonline, Selandia Baru: Kakak WNI Korban Penembakan di Selandia Baru, Hendra Yaspita memastikan bahwa saat ini Zulfirman Syah masih hidup dan tengah menjalani perawatan intensif di Christchurch Hospital.

Pernyataan itu sekaligus membantah kabar meninggal dunianya Zulfirman yang tersebar melalui sebaran pesan singkat pada Sabtu (16/3).

“Enggak benar [meninggal dunia], tadi pagi saya kontakan dengan istri beliau katanya mau dioperasi, anaknya Alhamdulillah sudah membaik,” katanya saat dihubungi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya. Dia mengungkapkan bahwa salah satu WNI yang terluka parah karena penembakan di Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3) siang, baru menjalani operasi kedua. Sementara anaknya dilaporkan sudah dalam kondisi stabil.

“Belum ada perkembangan berarti, yang dua orang itu masih di rumah sakit. Bapaknya (Zulfirman Syah) baru saja melakukan operasi kedua dari beberapa operasi lagi. Anaknya sudah stabil,” ungkap Tantowi kepada awak media via telepon pada Sabtu (16/3) pagi.

Meski demikian, Tantowi mengatakan bahwa dirinya tak mengetahui secara pasti soal operasi apa saja yang harus dilakukan tim dokter untuk menangani Zulfirman.

Di samping itu, ia juga mengatakan bahwa pihak Kedutaan RI untuk Selandia Baru telah menghubungi kerabat dan keluarga korban di Indonesia.

“Semua keluarga sudah dihubungi, tapi belum ada arahan apakah keluarga akan menyusul ke Selandia Baru atau bagaimana,” tambahnya.

Dikatakan Hendra,  saat ini ia dan sang kakak sedang mengurus proses keberangkatan ke Selandia Baru untuk mengecek kondisi adiknya secara langsung.

“Masih urus-urus persyaratan untuk ke sana,” tambahnya.

“Semalam orangtua sudah diberitahu dan langsung syok. Kami sekeluarga masih prihatin dengan kondisi ayah saya yang sudah berusia 70 tahun. Kami takut beliau kenapa-kenapa, jadi setiap tanya masih dialihkan.”

Zulfirman Syah dan anaknya yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan di dua masjid kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) saat ini menjalani perawatan di Christchurch Hospital.

Dalam peristiwa itu sendiri, diperkirakan 41 tewas di masjid Al-Noor, tujuh di masjid Linwood Islamic Center, dan satu korban lainnya tewas di rumah sakit, demikian ujar Mike Bush, Komisioner Kepolisian Selandia Baru, seperti diberitakan Reuters. Di antara 49 korban itu, delapan orang di antaranya merupakan WNI. (CNN/dfn)

Berikan Komentar