Kampanyekan Paslon 02, Pegawai PTPN IV Diganjar 3 Bulan Penjara

oleh -285 views

garudaonline, Medan: Didakwa melanggar Undang-undang Pemilu, pegawai PTPN IV diganjar 3 bulan penjara serta denda sebesar Rp5 juta subsider 1 bulan kurungan.

Atas putusan ini, majelis hakim sependapat dengan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyatakan bahwa Ibrahim Martabaya, pegawai BUMN di Medan telah melanggar aturan pemilu.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Aswardi Idris menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 280 jo Pasal 552 UU No 7 Tahun 2017 sebagaimana dakwaan JPU.

“Oleh karena itu menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 3 bulan dengan denda sebesar Rp5 juta subsider 1 bulan kurungan,” ucap Aswardi.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan hal yang memberatkan karena terdakwa merupakan aparatur sipil negara yang seharusnya netral.

“Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan,” sebut Aswardi.

Meski sependapat dengan tim JPU, namun vonis ini lebih rendah dari tuntutan. Sebelumnya terdakwa dituntut 6 bulan penjara.

Menyikapi vonis ini baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. Ditanya pendapatnya, Ibrahim didampingi istrinya masih enggan berkomentar.

Sementara itu, Kadlan Sinaga, salah seorang tim JPU menjelaskan kasus ini merupakan laporan dari masyarakat yang ditindaklanjuti oleh Sentra Gakkumdu Sumut.

“Kemudian diselidiki, masuk penyidikan dan dilimpahkan ke Gakkumdu,” sebutnya.

“Jadi memang yang terbukti tadi di persidangan itu postingan terdakwa saat berpose dua jari. Kemudian dia memosting foto bersama Djoko Santoso di Bandara Kualanamu sambil menunjukan simbol jari dua, ” imbuh Kadlan.

Menurut keterangan Kadlan, sebagai ASN terdakwa tidak boleh menunjukan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Pemilu.

“Untuk putusan ini kita masih pikir-pikir selama tiga hari, “tukasnya.

Sebelumnya, diberitakan salah satu postingan yang ada di akun Facebook milik terdakwa antara lain, ada tertulis #2019PrabowoPresiden kemudian #2019GantiSontoloyo. Kata-kata itu diposting terdakwa saat berada di rumahnya yang berada di Jalan Eka Rasmi Gang Eka Suka XI Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor. Postingan itu dilakukan terdakwa sejak 05 Oktober 2018, 13 Oktober 2018, Kemudian 10 Nopember 2018, dan terakhir 3 Desember 2018. (Voshkie)

Berikan Komentar