Kapolda Sumut Jadi Narasumber pada Rapat Pendeta HKBP di Tapanuli Utara

oleh -356 views

garudaonline – Tapanuli Utara | Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw menjadi narasumber dalam rapat Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tahun 2017 di Seminarium Sipoholon, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (18/10/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Sumut seperti Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Sabhara, Dansat Brimob, Kabid Propam, Ka SPN dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting.

Turut hadir Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumban Tobing, Sekjen HKBP Pdt David Sibuea MTh D Min, Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt Dr Martongo Sitinjak, Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt Dr Anna Fera Pangaribuan, Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt Debora Furada Sinaga MTh dan seluruh pendeta HKBP.

“Peserta rapat berejumlah 1747 orang Pendeta berasal dari HKBP seluruh Indonesia, Singapore, Malaysia dan Amerika,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting.

Sementara Kapolda Sumut diawal sambutannya memperkenalkan diri serta keluarganya.

“Nama saya Paulus Waterpauw Pakpahan ke 18 dikarenakan istri saya boru Pasaribu. Kampung kami di Sioma Oma dan kalau dicari dipeta pasti tidak dapat”, ujar Kapolda Sumut yang langsung disambut tepuk tangan dari para hadirin.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan tentang media sosial yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, media sosial sangat berdampak ke berbagai aspek kehidupan.

“Fungsi media sosial ada 6 yaitu fungsi penyajian informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, lembaga ekonomi dan pengembangan budaya,” sebutnya.

Dikatakan, media sosial punya dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya yaitu memperluas jaringan pertemanan, media komunikasi, bertukar informasi dengan cepat, mencari data dan informasi, serta kemudahan bertransaksi.

Sedangkan dampak negatifnya yaitu kejahatan dunia maya (Cyber Crime), pornografi dan juga penyebaran ujaran kebencian.

“Salah satu cara untuk antisipasi dampak negatif dari media sosial yaitu kita harus tetap membatasi waktu menggunakan jaringan sosial serta waspada karena ada banyak modus penipuan melalui media sosial”, ujar Kapolda Sumut menambahkan.

Dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang dapat disalahgunakan untuk melakukan pelanggaran hukum, sambung Kapolda, Polri telah melakukan penguatan struktur organisasi di antaranya Direktorat Siber Crime di Bareskrim dan Biro Multimedia di Divhumas Polri.

“Sedangkan dijajaran Polda Sumut telah bentuk Cyber Troops yang tugasnya berpatroli di media sosial untuk,” terang Kapolda.

Setelah pemberian materi dilaksanakan tanya jawab oleh peserta dengan Kapolda Sumut, terkait masalah hukum yang dihadapi beberapa penanya dan masukan adanya wilayah rawan Narkoba.

Dengan lugas dan jelas Kapolda Sumut menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, bahkan memberikan nomor telepon dan WA yang setiap saat dapat dihubungi.

“Saya pasti akan menjawab WA bapak ibu sekalian,” pungkas Kapolda

Di akhir sambutannya, Kapolda Sumut mengimbau kepada seluruh hadirin apabila ada mengetahui ujaran kebencian atau intimidasi bersifat persekusi, dapat dilaporkan kepada polisi untuk bisa diprofiling akun tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan pemakaian ulos dan pemberian cinderamata.

(iwan)

Berikan Komentar