Kapolsek Kutalimbaru Ajarkan Anak Mantan Teroris Rasa Patriotisme dan Nasionalisme

oleh -844 views
Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH memberikan pengarahan kepada para Santri Pondok Pesantren Al Hidayah pimpinan Ustaz Al Ghozali

garudaonline – Medan | Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho SIK SH MHum melalui Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH kembali melaksanakan program Police Go to School atau Polisi Pergi ke Selokah, Selasa (22/8/2017) pagi.

Kali ini, mantan Wakapolsek Medan Barat tersebut pergi ke Pondok Pesantren Al Hidayah yang merupakan tempat pembinaan bagi keluarga eks teroris pimpinan Ustaz Al Ghozali, di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH didampingi Kanit Binmas Ipda Zulkarnain, Kasi Humas Aiptu P Marbun dan personel Unit Intelkam Aiptu Topantri serta Aiptu Abrin Nasution tiba di Pondok Pesantren Al Hidayah sekira pukul 08.30 WIB.

Kapolsek dan rombongan lantas memasuki salah satu ruangan belajar lalu memberikan pengarahan kepada para santri. Di hadapan sekitar 20 santri atau anak-anak mantan teroris tersebut, Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH menyampai materi kewarganegaraan tentang patriotisme dan nasionalisme.

“Upacara Bendera Dirgahayu HUT ke 72 Kemerdekaan Republik Indonesia sudah dilaksanakan di tempat ini. Terima kasih untuk para santri yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik, penggerek bendera Imam, Thorik dan Bima.”

“Upacara bendera adalah merupakan wujud dari rasa nasionalisme yaitu cinta tanah air sehingga dengan demikian akan bertumbuh rasa patriotisme yaitu rasa bela negara. Mari para santri jangan melihat ke belakang, tatap masa depanmu, belajar yang baik dan giat,” imbuh Martualsei.

Dalam kesempatan itu, mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua dan Medan Kota ini juga menyampaikan tentang bahaya narkoba.

“Pelajar menjadi sasaran peredaran narkoba karena masih usia pancaroba, jadi sangat mudah terpengaruh. Untuk itu, kenali orang-orang di sekitarmu, jangan mau diberikan gratis apapun oleh-oleh yang tidak dikenal karena para pengedar akan mempengaruhimu lewat hal-hal yang baik.”

“Contohnya melalui traktir minuman, makanan secara gratis. Semangatlah dalam belajar sehingga nantinya bisa menjadi orang yang sukses dikemudian hari. Bergaulah di lingkungan pesantren dengan anak-anak yang lain dan menjadi contoh yang baik di dalam pergaulan,” imbuhnya lagi.

(iwan)

Berikan Komentar