Kapolsek Kutalimbaru: Kondisi Korban Perampokan Disertai Pelecehan Seksual Sudah Membaik

oleh -496 views
Kapolsek Kutalimbaru memberi bingkisan kepada keluarga korban perampokan disertai pelecehan seksual

garudaonline – Kutalimbaru | Kapolsek Kutalimbaru Ajun Komisaris Polisi Martualesi Sitepu SH MH, Kamis (28/12/2017) mengunjungi rumah korban perampokan disertai pelecehan seksual, YKD (34) di Jalan Nasional Gang Keluarga.

Martualesi yang mengenakan pakaian dinas harian (PDH) tiba di rumah korban sekitar pukul 19.30 WIB dan disambut oleh ibu korban, Anim Sui (57) beserta tiga orang putranya masing-masing Ramadani,Tri setiadi dan Alfarino.

“Kedatangan saya kemari untuk melihat perkembangan kesehatan korban dan setelah dirawat sejak 14 hingga 21 Desember 2017 di RSU H Adam Malik Medan, kondisinya sudah mulai membaik,” ujar Martualesi Sitepu.

Dikatakan, korban mengalami perampokan dan pelecehan seksual pada Jumat, 14 Desember 2017 di sebuah gubuk perladangan Pasar IX Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru.

Pasca-kejadian, Deni Triswanda (20) warga Dusun 3 Desa Sei Gelugur Pancur Batu, pelaku perampokan dan pelecehan seksual tersebut berhasil ditangkap personel Reskrim Polsek Kutalimbaru.

Dalam kesempatan tersebut, ibu korban menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Kutalimbaru yang telah menangani biaya pengobatan anaknya di Klinik Desa Sei Mencirim lalu memindahkan ke RSU H Adam Malik.

“Terima kasih kami ucapkan atas perhatian bapak (Kapolsek Kutalimbaru) kepada kami. Semoga bapak tetap dalam lindungan Allah SWT dan pelakunya biarlah dihukum dengan seberat-beratnya, pak,” ucap ibu korban.

Di akhir tertemuan, Kapolsek Kutalimbaru memberikan bingkisan berisi buah-buahan kepada korban sembari menyemangatinya untuk tetap kuat dan tabah menjalani kehidupannya.

Seperti diketahui, korban mengalami perampokan dan pelecehan seksual pada Jumat, 14 Desember 2017 di sebuah gubuk perladangan Pasar IX Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru.

Sebelum melakukan aksi kejahatannya pada Kamis (14/12/2017), pelaku mengajak korban bertemu. Setelah itu, ia mengajak korban ke TKP di Kebun Pasar IX Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru.

Di sebuah gubuk yang ada di TKP, pelaku mengajak korban berhubungan badan, namun ditolak oleh korban sehingga pelaku marah dan memukul serta mencekik leher korban. Setelah korban tak berdaya, pelaku langsung menyetubuhi korban.

Puas menyetubuhi korban, pelaku lantas mengamati kondisi korban. Setelah merasa yakin korban sudah tewas, pelaku lalu mengambil barang milik koban berupa uang sebanyak Rp 600.000 dan satu unit handphone. Ia lalu meninggalkan korban dalam kondisi sekarat di TKP.

Akibat perbuatannya, Deni diancam pidana pencurian dengan kekerasan dan atau pemerkosaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHPidana Jo Pasal 285 KUHPidana.

(g.01)

Berikan Komentar