KASN Sebut Pengangkatan 1,1 Juta Honorer di Era SBY Bikin Mutu PNS Anjlok

oleh -132 views

garudaonline, Jakarta: Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi menilai pengangkatan 1,1 juta pegawai honorer tanpa tes yang dilakukan di era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat mutu Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN anjlok.

“Mutu kita, ASN-nya karena ada intervensi politik menjadi sangat anjlok. Dulu pada zaman pemerintahan Pak SBY dipaksa untuk mengangkat 1,1 juta pegawai honorer tanpa tes itu langsung menurunkan kualitas kita,” kata Sofian dalam diskusi ‘Teguh Membangun Pemerintahan yang Bersih dan Modern’ di Kantor Staf Kepresidenan, Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (27/3).

Sofian menyebut mutu atau kualitas ASN berpengaruh terhadap efektifitas birokrasi di Indonesia. Ia menyadari bahwa intervensi politik dalam manajemen ASN sangat mengganggu.

Sofian menuturkan tahun lalu pemerintahan Presiden Joko Widodo didesak untuk mengangkat sekitar 460 ribu honorer menjadi ASN. Namun, kata Sofian intervensi politik dari DPR itu tak sepenuhnya dituruti pemerintah.

“Tapi untung pemerintah tetap bertahan, diakomodasi boleh melamar tapi harus lulus tes baru bisa,” ujarnya.

Sofian menilai kebijakan pemerintah saat ini lebih tepat karena tak sembarangan mengangkat honorer menjadi PNS. Sebelumya, Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyebut pemerintahan SBY berhasil mengangkat satu juta tenaga honorer menjadi PNS.

Putra sulung SBY itu mengatakan kini banyak tenaga honorer yang nasibnya terkatung menjadi PNS selama masa pemerintahan Jokowi. AHY mengklaim sempat berbincang dengan beberapa tenaga honorer, khususnya guru saat berkunjung ke Kabupaten Cilacap dan Kebumen beberapa waktu lalu.

Mereka mengeluh sudah bekerja puluhan tahun, tapi pemerintah tak mengangkatnya menjadi PNS. “Masih banyak yang belum tentu nasibnya. Mereka hanya mendapatkan Rp150.000-Rp250.000 per bulan, sedangkan mereka bekerja pagi sampai sore setiap hari,” kata AHY, Minggu (24/3). (CNN/dfn)

Berikan Komentar