Kasus Penipuan Bos PT Cemara Asri Group, Mujianto Masuki Tahap Pemberkasan

oleh -820 views

garudaonline, Jakarta:  Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara tunjuk Kasi Oharda Taufik, bersama Sri Lastuti dan Randi Tambunan memimpin penuntutan berkas perkara penipuan senilai Rp 3 Milyar dengan tersangka pengusaha Properti Mujianto alias Anam dan rekannya Rosihan Anwar.

Sebagaimana yang disampaikan Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Jumat (10/08), menyebutkan bahwa saat ini kasus masih tahap pendalaman pemberkasan akan tetapi juru bicara Kejatisu ini belum bisa memastikan kapan kasus tersebut dilimpahkan. “Kita masih dalam pendalaman berkas. Belum bisa dipastikan kapan kita kirim berkasnya ke pengadilan,” ujarnya.

Sebelumnya, untuk tersangka Mujianto tidak dilakukan penahanan dikarenakan Mujianto sakit infeksi empedu berdasarkan keterangan medis di RS Mount Elisabeth Singapura serta uang jaminan Rp 3 Milyar dan keluarga. Sedangkan tersangka lainnya, Rosihan Anwar, juga tidak dilakukan penahanan dengan jaminan keluarga serta dikenakan wajib lapor.

Sebelumnya, Mujianto dan Rosihan Anwar beserta berkas dan barang bukti telah dilimpahkan ke Kejati Sumut, Kamis (26/7) siang. Penyerahan tahap dua (P22) itu dilakukan 3 hari setelah Mujianto ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Dia diamankan petugas Imigrasi saat akan berangkat menuju Singapura.

Mujianto dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada pertengahan April lalu, setelah berulang mangkir dari panggilan Polda Sumut. Dia sempat terdeteksi berada di Singapura.

Mujianto dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan atas laporan A Lubis (60) dalam kasus dugaan penipuan sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT II, tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian materil mencapai Rp 3 miliar.

Mujianto dan Rosihan sempat ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut, Senin (31/1). Namun beberapa hari berselang penahanannya ditangguhkan. Setelah jaksa menyatakan berkas perkaranya lengkap (P-21), Mujianto menghilang dan tidak mengindahkan panggilan polisi. Dia pun dimasukkan dalam DPO hingga akhirnya tertangkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan. (voshkie)

Berikan Komentar