KBP Mardiaz: Kompol Fahrizal Sosok Jujur, Pekerja Keras dan Loyal

oleh -1.225 views
Kompol Fahrizal SIK (2 dari kanan) saat menjabat Kasatreskrim Polrestabes Medan merilis para tersangka kasus pembunuhan pegawai BCA bersama Kapolrestabesnya saat itu KBP Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum (2 dari kiri)

garudaonline – Medan | Mantan Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Polisi (KBP) Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum menilai sosok Komisaris Polisi (Kompol) Fahrizal SIK sebagai junior yang jujur, pekerja keras dan loyal.

Mantan Kasatreskrim Polres Asahan, Labuhanbatu dan Polrestabes Medan ini juga cukup dikenalnya secara pribadi, khususnya soal prinsip dan etos kerjanya. Ia juga merupakan sosok polisi yang sangat low profile.

“Fahrizal ini sosok pekerja keras pada saat menjadi kasatreskrim saya di Polrestabes Medan. Ia orang serse murni yang tidak pernah mengeluh dengan pekerjaan-pekerjaan berat yang dihadapinya,” ujar Mardiaz, Rabu (18/4/2019).

Mantan Kapolres Nias dan Mandaling Natal (Madina) yang kini menjabat Koorspripim Polri ini sangat prihatin dan berempati terhadap cobaan yang sedang dihadapi mantan anak buahnya itu.

Di mata Mardiaz, Kompol Fahrizal SIK yang merupakan Pamen Polri jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 2003 ini dikenal sebagai polisi yang memegang teguh prinsip-prinsip tanggungjawab pekerjaan.

Selain jujur, Mardiaz melihat Fahrizal tidak pernah ingin menonjolkan diri. Fahrizal selalu fokus bekerja menghadapi kompleksitas kejahatan di Kota Medan yang tergolong tinggi kala itu.

“Banyak lo kasus-kasus besar seperti kasus pembunuhan yang berhasil diungkapnya,” sebut Mardiaz.

Selain mempunyai visi jelas dalam pekerjaannya, Fahrizal juga dikenal sebagai komandan yang mampu membangun komunikasi efektip kepada anak buahnya.

Karenanya wajar jika dalam pengungkapan kasus-kasus kejahatan, seluruh anak buahnya begitu bersemangat menyelesaikan tugas yang menjadi tanggungjawab satuan reskrim.

Selain itu sama seperti pandangan beberapa orang yang mengenal sosoknya, Mardiaz pun mempunyai pandangan serupa terhadap Fahrizal.

Di mata Mardiaz, Fahrizal dikenal di lingkungan Polrestabes Medan, khsususnya di satuan reskrim, sebagai pribadi yang mudah tersentuh jika melihat ada yang kesusahan.

Namun di luar hal itu, Fahrizal yang juga sempat menjadi orang nomor satu di Satuan Reskrim Polres Asahan itu dikenal sangat jujur, baik kepada pimpinan maupun anggotanya.

“Selama setahun menjadi komandannya, saya sangat respek kepadanya karena saya nilai sebagai anak buah yang jujur dalam menjalankan tugasnya,” tegas Mardiaz.

Reskrim sebagai satuan kerja yang banyak bersentuhan dengan masyarakat yang sedang bermasalah, tidak jarang banyak godaan-godaan tugas yang datang.

Mardiaz mengakui hal itu tidak jarang mereka alami. Akan tetapi selama bertugas, Fahrizal selalu berkomunikasi dan menceritakan hal-hal godaan seperti itu.

“Kebiasaan dia yang selalu melapor kepada saya jika ada godaan-godaan tugas seperti itu saya nilai sebagai sikap jujurnya yang enggan mengotori tugasnya,” pungkas Mardiaz.

Karenanya sebagai senior dan juga mantan pimpinannya, Mardiaz berharap agar cobaan sangat berat ini dapat dijadikan sebagai iktibar hidup untuk memperbaiki ke depannya.

“Saya berkeyakinan banyak pihak yang membantu maupun mendoakannya agar dia (Kompol Fahrizal) dapat tabah dan kuat menghadapi ujian ini,” tutup Mardiaz.

Seperti diketahui, Kompol Fahrizal yang diduga mengalami gangguan kejiwaan menembak adik iparnya Jumingan alias Iwan (33) hingga meninggal dunia.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Tirtosari Gang Keluarga Nomor 14, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan pada Rabu (4/4/2018) malam.

(iwan)

Berikan Komentar