Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Gigi Tidak Teratur

oleh -266 views

garudaonline, Medan: Bentuk dan posisi gigi yang sempurna menjadi impian hampir semua orang. Namun, tanpa disadari ada sejumlah perilaku yang dapat menyebabkan gigi tidak rata atau tidak teratur.

Ketidakteraturan gigi geligi dalam lengkung rahang ini disebut maloklusi. Beberapa jenis ketidakteraturan gigi ini antara lain gigi berjejal, protrusi, malposisi dan hubungan tidak harmonis antar gigi atas dan bawah.

Spesialis Ortodonti, drg. Imelda Maharani, Sp.Ort mengatakan, keadaan itu bisa disebabkan oleh faktor intrinsik dan eksintrik.

Faktor intrinsik biasanya meliputi anomali jumlah dan bentuk gigi, gigi berlebih, kehilangan prematur gigi sulung, dan erupsi gigi permanen.

“Untuk faktor ekstrinsik biasanya karena kebiasaan buruk yang dilakukan sejak dini,” ujarnya di Jakarta Pusat, Selasa (28/2).

“Ada lima perilaku yang bisa menyebabkan maloklusi, yaitu mengisap jari, menjulurkan lidah, bernapas melalui mulut, menggigit kuku, dan mengisap bibir.”

Imelda menjelaskan bahwa kebiasaan mengisap jari akan membuat gigi jadi maju. Ibu jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan menekan gigi rahang atas sehingga tak bisa bergerak. Hal yang sebaliknya akan terjadi pada rahang bawah. Ibu jari ini akan membuat rahang bawah bergerak ke belakang.

Sedangkan untuk kebiasaan menjulurkan lidah, hal ini disebabkan berhubungan dengan pola mengunyah makanan sejak kecil. Saat kecil hanya memiliki gusi, sehingga dia akan mengunyah makanan dengan gusinya. Kebiasaan itu bisa terbawa sampai giginya tumbuh.

Kebiasaan itu dapat membuat gigi depan bagian atas menjorok ke depan. Akibatnya, gigi atas dan bawah tidak rata dan memberikan sedikit ruang di antaranya.

Penyebab maloklusi ke-tiga adalah bernapas lewat mulut. Tekanan angin yang berembus lewat mulut lama-kelamaan akan menggoyahkan pertahanan gigi. Akibatnya ada beberapa gigi yang bisa berubah posisi.

“Selain itu, anak-anak yang bernapas lewat mulut juga harus dicurigai memiliki penyakit lain seperti hambatan saluran pernapasan. Maka itu, orang tua, harus tahu apa penyebabnya,” ucapnya.

Selain membuat susunan gigi tidak teratur, bernapas melalui mulut dapat membuat pertumbuhan wajah jadi vertikal. Wajah tampak memanjang dan tidak proporsional, dagu seolah memendek dan rahang atas akan menyempit. Anak pun akan semakin sulit untuk menutup mulutnya.

Kebiasaan buruk lainnya yang bisa membuat proporsi susunan gigi jadi tak teratur adalah kebiasaan menggigit kuku dan mengisap bibir.

Kedua kebiasaan buruk ini akan menyebabkan gigi atas dan gigi bawah tidak berpadu dengan selaras.

Selain itu, orang yang akan menggigit bibir bagian bawah yang menyebabkan gigi atas maju dan gigi bawah mundur.

“Kebiasaan-kebiasaan itu harus dihindari oleh anak-anak. Dan orang tua harus memberikan contoh perilaku yang tepat,” ujarnya.(CNN/voshkie)

Berikan Komentar