Kebiasaan Kurang Tidur Wajib Dihentikan. Ini Alasannya

oleh -216 views

garudaonline, Jakarta: Produktivitas adalah salah satu lini penting dalam hidup setiap orang. Sayang, kebiasaan kurang tidur orang-orang di zaman kiwari justru dapat menghambat tingkat produktivitas.

Studi anyar yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Health menyebut, terlalu asyik bermain dengan Twitter di malam hari dapat memengaruhi kinerja produktivitas pada esok hari.

Untuk menguji hal tersebut, para ilmuwan meneliti seseorang dengan tingkat produktivitas tinggi. Mereka adalah para atlet profesional NBA.

Mengutip Huffington Post, peneliti menganalisis 37.073 cuitan yang dibuat oleh 112 pemain NBA dalam kurun waktu 2009 hingga 2016. Peneliti menemukan korelasi antara aktivitas larut malam dan kinerja buruk pertandingan di hari berikutnya.

Pemain yang mengunggah cuitan pada malam hari sebelum pertandingan, mencetak poin lebih sedikit dibandingkan yang lain. Orang yang getol bermain Twitter malam hari kerap melakukan pelanggaran dalam pertandingan.

Namun, hasil ini memerlukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, peneliti tak memeriksa faktor-faktor lain seperti stres yang dirasakan para pemain.

Pentingnya tidur di malam hari

Kendati demikian, ahli sosiologi dari Stony Brook University, Jason J Jones, melihat bahwa penelitian tersebut dapat digeneralisir dengan menggarisbawahi pentingnya tidur di malam hari.

“Cara terbaik untuk memperbaiki kinerja di hari esok adalah dengan tidur berkualitas,” ujar Jones.

Berusaha mematikan ponsel di malam hari, kata Jones, adalah perkara keseimbangan.

Sebelumnya, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American Academy of Sleep Medicine, menemukan hal serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insomnia memberikan dampak besar terhadap produktivitas kerja.

Mengutip Medical Express, peneliti menemukan, mereka dengan insomnia mengalami penurunan produktivitas hingga 107 persen. Sementara mereka yang mengalami insomnia ringan mengalami penurunan produktivitas sebanyak 58 persen.

Banyak orang mengaitkan kurangnya waktu tidur dengan tingkat produktivitas yang tinggi. “Banyak orang percaya bahwa untuk menyelesaikan lebih banyak hal, mereka perlu mengorbankan tidur,” ujar peneliti dari University of Arizona, Michael Grandner.

Hal ini didorong oleh hipotesa bahwa orang-orang yang mengalami insomnia dapat menggunakan waktu malam harinya untuk mengerjakan berbagai hal agar lebih produktif. Namun, fakta tidak berkata demikian.

Studi itu juga menunjukkan, mereka yang tidur teratur selama 7-8 jam dapat mempertahankan produktivitasnya. Sementara mereka yang hanya tidur 5-6 jam bakal mengalami penurunan produktivitas sebanyak 19 persen.

Betapa tidak, tidur berkualitas memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Menurut sleep.org, tidur dapat membantu Anda untuk lebih fokus pada tugas di keesokan hari. Selain itu, tidur juga diklaim dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam membuat keputusan yang lebih akurat. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar