Keok Lawan PSM Makassar, Ayam Kinantan Berakhir di Liga 1

oleh -491 views

garudaonline, Medan: Keok tanding dengan PSM Makssar, langkah Tim Ayam Kinantan terpaksa harus terhenti.

Kekalahan 5-1 PSMS Medan dilaga terakhir Liga 1 saat bertandang ke markas PSM Makassar pada Minggu (9/12) kemarin membuat pupus harapan bagi tim tersebut untuk tetap berlaga di liga yang paling bergengsi di Indonesia.

Anak asuh dari Peter Butler itu pun harus menerima pil pahit karena berada di dasar klasemen Liga 1 dan harus terlempar ke Liga 2 pada musim depan.

Salah satu mantan pemain PSMS Medan, Yudhi Ramanda mengomentari hal tersebut dan mengatakan bahwa dirinya sangat merasa sedih dan kecewa karena PSMS Medan tidak bisa bertahan di Liga 1.

“Saya sangat sedih melihat PSMS harus tercampak dari Liga 1 ke Liga 2 tahun depan,” katanya, Selasa (11/12).

Bagi Yudhi Ramanda yang akrab disapa Rama itu menilai bahwa PSMS harus terdegradasi karena pihak manajemen
terlambat melakukan kontrak pemain, ditambah lagi PSMS memilih pelatih yang bukan dari Medan di awal musim.

“Saya rasa karena diawal musim pelatih kita bukan asli dari Medan. Padahal banyak pelatih kita asli Medan yang punya lisensi cukup untuk megang PSMS Medan, seperti Listiadi atau Selamet Riyadi contohnya,” ucap Rama.

“Untuk pemain, saya lihat tidak banyak anak Medan. Kemudian ada beberapa pemain Bandung diawal musim yg dikontrak, tapi tidak ada yg menunjukan kwalitasnya,” sambung mantan striker Ayam Kinantan itu.

Rama juga mengungkapkan bahwa sejak Liga 1 bergulir, Stadion Teladan Medan sudah tidak ada lagi ruhnya bagi tim lawan saat bertanding di markas Ayam Kinantan itu. Dirinya melihat bahwa PSMS Medan jarang memenangkan pertandingan saat bermain di kandang.

“Sekarang PSMS main di kandang jadi seperti main diluar. Terlalu gampang tim lain ambil poin di Teladan, ya itu karena banyak pemain yang tidak merasa Teladan ini seperti rumahnya. Seandainya asli orang Sumut atau Medan, pasti berfikir ‘kau mau mencuri di rumahku, kubantelah kau’. Seandainya PSMS bisa sapu bersih aja di kandang sudah pasti PSMS tidak degradasi,” ungkap Rama yang pernah membawa PSMS juara 1 Piala Emas Bang YOS (2006).

Rama berharap PSMS Medan bisa kembali ke Liga 1 dengan cara persiapan tim dari sekarang, bentuk manajemen baru yang mengerti sepak bola.

“Kalau ingin maju, bentuk manajemen baru, kontrak pelatih Medan yang tahu betul sepak bola Medan dan juga kontrak pemain kualitas, tentunya secara pribadi saya ingin banyak pemain asli Sumut yang membela PSMS, pasti mereka tahu bagaiman membuat Teladan itu menjadi angker seperti menjaga rumahnya sendiri,” tambahnya. (dfnorris)

Berikan Komentar