Ketahuan Berbohong Soal Poto di Lokasi Gempa, FPI Playing Victim Balik Sudutkan Pemerintah

oleh -577 views

garudaonline, Jakarta: Plt Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ferdinandus Setu mengaku mendapatkan puluhan ribu notifikasi di media sosial usai pihaknya mengungkap foto hoaks relawan Forum Pembela Islam (FPI) di Sulteng.

Ferdinandus menuturkan notifikasi itu diperolehnya melalui media sosial macam Facebook hingga Instagram.

“Sejak press release itu kemarin sekitar pukul 2 siang sampai hari ini (3/10), saya mendapatkan puluhan ribu notifikasi baik dari FB pribadi, inbox maupun timeline, Instagram, hingga Twitter pribadi dan WA pribadi,” tutur Ferdinandus, Rabu (3/10), di kantor Kominfo, Jakarta Pusat.

Dia menuturkan dirinya tidak mempermasalahkan media sosialnya dibombardir. Pasalnya, dia menyadari seorang pejabat publik harus bertanggung jawab atas apa yang disampaikan ke publik.

“Sebagai pejabat publik kami tanggung jawab apa yang kami sampaikan. Justru saya sengaja setiap siaran pers saya selalu menyebutkan menyertakan nomor telepon. Itulah yang harus dilakukan pejabat publik,” tutur Ferdinandus.

Ferdinandus menegaskan Kominfo memberikan status hoaks untuk foto yang beredar, bukan soal aksi FPI di Sulteng. Dia juga mengatakan pihaknya tidak bisa sembarang memberikan status hoaks suatu konten.

“Kami katakan yang hoaks adalah fotonya hoaks. Ada foto tertulis ‘gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa palu 7,7’. Kami tidak ada tendensi apa-apa,” kata dia.

Aduan Masyarakat

Ferdinandus menyebut pihaknya awalnya mendapat aduan dari masyarakat ke surel resmi Kominfo terkait kebenaran gambar relawan FPI. Ternyata ketika ditelusuri foto tersebut adalah aksi relawan FPI dalam bencana tanah longsor di Sukabumi, Jawa Barat pada 2015.

“Postingan ini yang dilakukan oleh akun ditanyakan ke kami, hoaks atau tidak. Kami selaku yang mengawal ruang siber lalu sistem Ais kami menemukan gambar-gambar ini disebarkan pada 2012,” kata dia.

Ferdinandus mengatakan antara keterangan tertulis dan foto relawan FPI tersebut tidak akurat. Sehingga Kominfo memberikan status hoaks ke foto ini. Dia mengatakan Kominfo tidak akan memberikan status hoaks apabila caption tersebut tertulis ‘ilustrasi’.

Kecewa Dengan Pemerintah

Di sisi lain, Sugianto merasa kecewa dengan sikap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang menyatakan foto aksi FPI yang tersebar di media sosial adalah hoaks alias berita bohong.

“Saya tanya ke beliau-beliau itu sebenarnya kedatangan kami ini apa yang merugikan? Apakah kami minta bantuan dari mereka (Kominfo) kemudian kami salurkan? Enggak. Atau kami datang ke tempat mereka kemudian menyampaikan ini yang harus kami lakukan? Tidak,” katanya.

Dia meminta pemerintah tidak mengurusi dan mengganggu aksi kemanusiaan yang mereka lakukan untuk mencari pahala. Sugianto cuma berharap pemerintah profesional tanpa menyudutkan pihak manapun.

“Bekerja saja, enggak usah saling ganggu menyinggung, karena kalau sudah begitu juga kita ekstra kerja untuk bantah dan seterusnya,” ujar dia. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar