Ketua KPPS Tarutung Ditemukan Tewas Membusuk di Hutan

oleh -369 views

garudaonline, Taput: Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Luhut Ferry Parsaoran Aritonang (43) ditemukan tewas membusuk di tengah hutan Tombak Sirambe di Desa Parbubu I Kecamatan, Tarutung Kabupaten Taput.

Pria yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Desa Parbubu 1 Kecamatan Tarutung ini sudah lima hari tak pulang ke rumahnya.

“Bhabin bersama personil polsek lainnya melakukan pencarian bersama dengan warga sebelum korban ditemukan. Kemudian korban ditemukan Sabtu (11/5) sekira pukul 15.00 wib sudah tak bernyawa,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut MP Nainggolan, Minggu (12/5).

Mengutip keterangan Nainggolan, jasad korban ditemukan oleh sejumlah warga dan personel kepolisian. Warga mencari korban ke Tombak Sirambe di Desa Parbubu I Kecamatan Tarutung Kabupaten Taput. Sebab korban telah hilang dan tidak pulang ke rumahnya selama lima hari.

“Kemudian saat mencari ke arah Tombak itu, sekitar jarak 10 meter, warga mencium bau busuk dan melihat jejak sandal. Warga langsung mengikuti jejak tersebut dan mendapati mayat tersebut dengan posisi badan sudah busuk,” urainya.

Ketika ditemukan posisi korban dalam keadaan tengkurap miring dengan leher terikat baju korban dan simpul tali terikat ke pohon. Korban tidak mengenakan baju. Lalu penemuan itu dilaporkan ke warga perkampungan yang jaraknya sekitar kurang lebih 500 meter.

“Setelah ditemukan, kanit reskrim, kanit IK, bhabin dan personel Polsek lainnya serta Inafis Polres langsung ke TKP,” jelasnya.

Sementara itu, pengakuan Namaida Br. Situmorang (41) istri korban kepada polisi, bahwa pada Senin (6/5) sekitar pukul 15.00 wib, suaminya permisi dengan baik kepada istrinya. Namun saat itu korban tidak memberitahu ke mana ia pergi.

“Jadi keesokan harinya, korban tak pulang ke rumah. Jadi istri korban memberitahukannya kepada warga. Istri korban mengatakan tidak ada bertengkar dengan suaminya, dan setau dia, suaminya tidak pernah melakukan tindak pidana ataupun masalah hutang piutang,” terang Nainggolan.

Hanya saja, korban mengeluh masalah perekonomian. Istrinya sempat melakukan pencarian ke tempat keluarga yang dekat dan jauh hingga ke warung yang sering didatangi namun korban saat itu tak ditemukan.

“Penjelasan istri korban bahwa korban kemungkinan memikirkan masalah perekonomian. Meninggalnya karena bunuh diri ya, jadi tidak ada hubungannya dengan KPPS dan Pemilu,” ucapnya.

Atas peristiwa itu, keluarga dan istri korban tidak keberatan atas meninggalnya korban. Korban diduga bunuh diri karena memikirkan masalah ekonomi.

“Istri dan keluarga korban sudah melihat langsung bahwa korban bunuh diri dan bersedia membuat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi. Setelah Inafis Polres cek tempat kejadian, selanjutnya korban langsung dikuburkan tidak jauh dari lokasi korban gantung diri sekitar 5 meter,” bebernya. (CNN/dfn)

Berikan Komentar