Kian Meluas, Karhutla Riau Capai 2.589 Hektare

oleh -281 views

garudaonline, Riau: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dilaporkan meluas hingga pertengahan Maret ini. Sejak Januari 2019 hingga saat ini, tercatat karhutla di bumi si Lancang Kuning itu mencapai 2.589 hektare.

Daerah yang tercatat paling luas terdampak karhutla berada di Kabupaten Bengkalis yaitu 1.250,83 hektare. Kemudian disusul Kabupaten Rohil seluas 386 hektare, Kabupaten Siak seluas 285 hektare, Kabupaten Kepulauan Meranti 222,4 hektare dan Kota Dumai 183,25 hektare.

Karhutla juga menyentuh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) seluas 72,1 hektare, Kabupaten Pelalawan seluas 72 hektare, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) seluas 51,5 hektare, Kota Pekanbaru seluas 32,76 hektare, Kabupaten Kuansing seluas lima hektare dan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) seluas dua hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger saat dikonfirmasi menjelaskan kebakaran lahan di sejumlah daerah tersebut sebagian sudah padam. Namun di beberapa daerah lain api justru masih menyala dan juga timbul kebakaran lahan yang baru terjadi.

“Daerah yang masih terjadi kebakaran lahan di antaranya Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Siak, Pekanbaru, Kampar dan Indragiri Hilir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Riau, Kamis (21/3).

Edwar menambahkan saat ini sudah ditetapkan 11 tersangka dari 11 kasus yang ditangani oleh lima kepolisian resor (Polres). Kelimanya yakni Polres Rohil, Polres Bengkalis, Polres Meranti, Polres Dumai, Polresta Pekanbaru.

“Di Polres Rohil menangani tiga kasus, Polresta Pekanbaru, Polres Bengkalis dan Polres Meranti masing-masing tangani 1 kasus dan Polres Dumai tangani 5 kasus,” Ujar Edwar Sanger.

Dari 11 tersangka itu, ditahan di Rutan Polri sebanyak sembilan orang di antaranya tiga orang tahanan Polres Rohil, lima orang tahanan Polres Dumai, Polresta Pekanbaru dan Polres Bengkalis masing-masing 1 orang.

“Satu orang ditahan di Polres Meranti dan satu tersangka sudah tahap II (diserahkan ke JPU),” Jelas Edwar.

Sebelumnya, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B Panjaitan menyatakan pemerintah telah melakukan pengeboman hingga ratusan kali menggunakan helikopter mencegah meluasnya karhutla di Riau. Sebanyak 2,2 juta liter air sudah dijatuhkan.

“Air yang dijatuhkan sejak awal 2019 sudah 2,2 juta liter air. Untuk KLHK sudah jatuhkan 171 kali water bombing,” kata Raffles di Riau awal bulan lalu,

Selain KLHK, pengeboman air juga dilakukan oleh Badan Nasional Penanggungan Bencana sebanyak 180 kali dan sejumlah pihak swasta. Adapun tempat-tempat yang difokuskan untuk menjatuhkan air ialah daerah Bengkalis, Rohil, Dumai hingga Meranti. (CNN/dfn)

Berikan Komentar