Komplotan Geng Motor Perusak SMAN 5 Diringkus Petugas

oleh -234 views

garudaonline, Medan: Pelaku pengrusakan terhadap gedung sekolah SMA 5 Medan yang terjadi kemarin Rabu (8/5) berhasil dibekuk Tim gabungan Penegakan Hukum Satgas Anti Geng Motor Polrestabes Medan.

Mengacu pada hasil pengembangan yang dilakukan, teridentifikasi pelaku merupakan ketua dan anggota salah satu kelompok yang menamakan diri dari geng motor 234SC.

“Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti lain, kita mendapat informasi bahwa pelaku pengrusakan secara bersama-sama sesuai dengan LP tersebut diatas, adalah ketua geng motor 234SC Medan Area bernama Alfajri M. Chaniago alias FajriTeam,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Polisi Dadang Hartanto, Senin (20/5).

Kapolres menjelaskan, penangkapan berdasarkan laporan dari korban yang dirugikan Drs.Harris H. Simamora (59) yang merupakan kepala sekolah SMAN 5 Kota Medan. Pengejaran dilakukan setelah mendapat informasi jika pelaku berada di sebuah rumah di Jalan Pasar VII Sempurna Tembung, Kabupten Deliserdang, dan berhasil membekuknya pada Kamis (16/5).

Berdasarkan interogasi kepada pelaku Alfajri M. Chaniago, yang bertindak sebagai ketua geng motor, dirinya mengakui bahwa melakukan pengrusakan terhadap sekolah yang berlokasi di Jalan Pelajar nomor 17 Kelurahan Tealadan Timur, Kota Medan.

Dari hasil pengembangan, AlFajri dan anggotanya yakni sebanyak 11 orang pelaku lain yang terlibat aksi tersebut pun di boyong ke Mapolrestabes Medan.

“Kalau motifnya mereka melakukan pengrusakan itu karena balas dendam kepada geng motor ODE  sering nongkrong di SMA 5 Medan. Karena sebelumnya mereka diserang oleh geng motor tersebut saat nongkrong di SMA 6 Medan,” ungkap Kapolres Dadang.

Hasil pemeriksaan, penyidik kemudian menetapkan tiga orang tersangka Salma aksi pengrusakan sekolah SMA 5 Medan, yakni Alfajri M. Chaniago (18) seorang mahasiswa, M. Vikri (18) pelajar, warga Jalan Rahmadshah, dan Lutvi Anif (19) pelajar, warga Jalan Rahmadshah.

“Dari pengungkapan berhasil diperoleh dan diamankan barang bukti berupa sepeda motor, rekaman CCTV, satu unit sepeda motor matic, satu unit handphone dan beberapa batu dan kaca jendela yang pecah. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 170 jo 406 KUHPidana,” pungkas Kombes Polisi Dadang Hartanto. (Voshkie)

Berikan Komentar