Korban Pembacokan di Rawang Panca Arga Asahan Tewas

oleh -1.031 views
Korban pembacokan sebelum tewas dirawat di rumah sakit

garudaonline – Medan | Jonson Lbn Raja (53), korban pembacokan di Desa Panca Arga, Kec. Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada Rabu, 26 Desember 2018 sekitar pukul 20.00 WIB lalu akhirnya meninggal dunia.

Jonson menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Ibu Kartini Kisaran pada Minggu, 30 Desember 2018 sekitar pukul 09.30 WIB.

“Korban meninggal dunia akibat luka pada bagian tangannya cukup parah. Bagian tulang jarinya putus dan banyak mengeluarkan darah,” ujar Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, Minggu, 31 Desember 2018 pagi.

Dikatakan pascakejadian, pihaknya langsung mengamankan pelaku yang berinisial Ir (31) warga Dusun VI, Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan.

Polisi juga menyita barang bukti senjata tajam mirip celurit yang diduga dipakai untuk membacok korban.

Peristiwa pembacokan ini terjadi pada Rabu, 26 Desember 2018 sekitar pukul 20.00 WIB. Malam itu, korban yang memiliki masalah dengan pelaku mendatangi pelaku di rumahnya.

“Malam kejadian pelaku dan istrinya sedang berkaraoke (bernyanyi) di rumahnya. Korban yang tiba langsung emosi dan sambil berteriak-teriak ia merusak alat musik milik pelaku,” kata Faisal.

Pelaku yang tak terima alat musiknya dirusak langsung pergi ke belakang rumah lalu mengambil senjata mirip celurit.

Ia lantas mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah tubuh korban, namun dapat ditangkis korban dengan tangan kanan yang mengakibatkan telapak tangan korban mengalami luka robek hingga tulang jari putus.

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban ke
RSUD Abdul Manan Simatupang, sedangkan pelaku langsung diamankan polisi.

“Korban pertama kali dilakukan perawatan di RSUD Abdul Manan Simatupang, namun atas permintaan keluarganya dipindahkan ke RS Ibu Kartini Kisaran.”

“Pada saat masih dalam perawatan, penyidik sempat melakukan pemeriksaan awal.
Korban kemudian menjalani operasi pada bagian tangannya yang luka atau bagian tulang jari yang putus.”

“Namun pada hari Minggu tanggal 30 Desember 2018 sekitar pukul 09.30 WIB, korban Jonson Lbn Raja meninggal dunia. Diduga penyebab kematiannya adalah karena banyak kehilangan darah,” terang Faisal.

Terhadap pelaku hingga saat ini masih diperiksa Penyidik Satreskrim Polres Asahan. Ia dipersangkakan dengan Pasal 351 ayat (3) Subs Pasal 351 ayat (2) dari KUHPidana.

(g.01)

Berikan Komentar