Korban Tewas Kebakaran Pabrik Mancis Tak Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

oleh -78 views

garudaonline, Binjai: Insiden kebakaran di pabrik pemantik (korek gas) di Desa Sambi Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menjadi sorotan publik. Dari 30 orang yang tewas terpanggang, ternyata hanya satu orang saja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan melalui Tim Layanan Cepat Tanggap yang dilakukan oleh Kantor Cabang Binjai telah melakukan pendataan korban tewas,” kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif, Minggu (23/6).

Berdasarkan hasil verifikasi Tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) yang telah diturunkan di lapangan, saat ini tercatat 1 orang pekerja atas nama Gusliana yang berprofesi sebagai mandor di PT Kiat Unggul tercatat sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang Binjai.

“Almarhumah Gusliana merupakan mandor yang sedang ditugaskan untuk mengawasi pabrik korek api gas di Kabupaten Langkat saat musibah terjadi,” urainya.

PT Kiat Unggul terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sejak Juni 2015 dengan jumlah pekerja sebanyak 27 orang. namun belakangan setelah musibah kemarin diketahui, PT Kiat Unggul memiliki dua lokasi pabrik. Pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk pabrik yang beralamat di Kabupaten Deliserdang.

“Sedangkan pekerja yang berada di lokasi kejadian (Kabupaten Langkat) belum terdaftar. Dalam hal ini PT Kiat Unggul termasuk dalam kategori Perusahan Daftar Sebagian (PDS) Tenaga Kerja,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, pekerja diberikan perlindungan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Namun demikian sampai saat ini masih terdapat perusahaan yang belum tertib dalam melakukan pelaporan. Perusahaan masih melakukan praktik pelanggaran yang dalam BPJS Ketenagakerjaan dikenal dengan istilah Perusahaan Daftar Sebagian (PDS),” jelasnya.

PDS tersebut meliputi PDS upah di mana upah yang dilaporkan oleh perusahaan belum upah yang diterima secara rutin oleh pekerja (take home pay). PDS Tenaga Kerja di mana belum keseluruhan pekerja yang didaftarkan oleh perusahaan dan terakhir PDS Program di mana perusahaan hanya mengikuti sebagian program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.“Gusliana, mandor yang bekerja dilokasi pabrik pada saat musibah terjadi, telah didaftarkan oleh PT Kiat Unggul sejak Oktober 2018. Besaran santunan yang diberikan sebesar Rp150,4 Juta yang terdiri atas manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja meninggal dunia, jaminan hari tua dan jaminan pensiun yang akan dibayarkan secara lumpsum kepada ahli waris Gusliana,” tambah Krishna.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 44/2015, dalam hal pemberi kerja tidak mendaftarkan pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, maka perusahaan berkewajiban untuk memberikan santunan kepada pekerja yang besarannya minimal sama dengan santunan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Atas peristiwa ini, kami mengimbau kepada seluruh perusahaan agar selalu tertib dalam melaporkan jumlah pekerja dan upah yang diterima oleh pekerja kepada BPJS Ketenagakerjaan. Kami juga merasa prihatin bila pekerja atau ahli waris yang mengalami musibah tidak menerima haknya sebagaimana semestinya,” tutup Krishna.

Sementara itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis mengatakan pihaknya menyayangkan dari semua korban, hanya satu saja yang didaftarkan. Sehingga yang lain tidak mendapatkan haknya sebagai pekerja.

“Tidak boleh ada diskriminasi dalam melindungi  pekerja. Yang tidak karyawan pun, pemberi kerja harus mempunyai tanggung jawab moril untuk mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan,“ tegas Umardin.

Dia menyebutkan setiap pekerja wajib mendapatkan perlindungan kendati hanya bekerja sekali dalam sebulan. BPJS Ketenagakerjaan akan menjadwalkan secepatnya untuk memberikan santunan kepada Guslina.

“Kita maunya memberikan hak alamarhum secepatnya. Tapi kita juga berkoordinasi lagi dengan pihak lain seperti Pemrov Senin (besok,red) kita jadwalkan,“ beber Umardin. (CNN/dfn)

Berikan Komentar