Korupsi Dana Operasional 77 SD, Tumbur Lumbantobing Divonis 5,5 Tahun Bui

oleh -595 views

garudaonline – Medan | Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan menjatuhkan hukuman selama 5 tahun 5 bulan penjara kepada Tumbur Lumbantobing dalam kasus korupsi dana manajemen operasional TPR2K Dirjen Pendidikan Dasar untuk 77 SD di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang merugikan negara Rp1 miliar.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun 5 bulan, denda Rp200 juta, subsider 2 bulan kurungan,” ucap hakim di ruang Cakra V, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (25/9/2017) sore.

Majelis hakim yang diketuai oleh Rosmina juga memberikan kesempatan kepada terdakwa yang berperan sebagai konsultan perencanaan dalam proyek itu untuk pikir-pikir atau mengajukan banding atas putusan itu. Kesempatan yang sama diberikan juga pada JPU. Dengan mantap, terdakwa langsung menyatakan akan mengajukan banding.

“Saya banding yang majelis. Saya tidak terima atas putusan ini,” ujar Tumbur dengan wajah lesu.

Usai persidangan, begitu keluar dari ruang sidang terdakwa langsung memeluk sanak saudaranya. Wajah dan matanya tampak memerah.

“Jangan menyerah ya. Semangat terus,” urai keluarga terdakwa sembari memeluknya.

Sementara itu saat diwawancarai, terdakwa mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. Dia merasa dirinyalah sebagai korban.

“Intinya saya yang menjadi korban di sini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Simon Sihombing menuntut terdakwa selama 6 tahun 5 bulan penjara, denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan dan dibebankan UP sebesar Rp700 juta subsider 3 tahun 3 bulan penjara

Sekedar mengetahui, dua orang terdakwa dalam kasus ini juga sudah dijatuhi hukuman yakni masing-masing Zamzami Jambak selaku konsultan pengawas divonis selama 5 tahun penjara dan Arifin Simamora selaku Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Taput selama 1 tahun dan 4 bulan penjara.

(fidel)

Berikan Komentar