KPU Sumut Laporkan Video Hoaks ‘Surat Suara Paslon 01 Tercoblos’ ke Polisi

oleh -414 views

garudaonline, Medan: Video hoaks terkait surat suara pasangan calon 01 yang tercoblos viral di sosial media. Sampai berita ini diturunkan, video tersebut sudah dibagikan ribuan kali, Minggu (3/3).

Menanggapi hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Medan resmi melaporkan video hoaks tersebut ke polisi. Video tersebut dianggap dapat memprovokasi dan menjelekkan nama baik KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Video hoaks itu diketahui diunggah oleh pengguna Facebook Muhamad Adrian dan Kusmana. Dalam postingannya, Adrian menambahi keterangan yang bernada provokatif.

“Memang keparat kau KPU di Sumatera Utara, surat suara sudah tercoblos 01 semua?,” ujar Adrian dalam postingannya.

Sedangkan Kusmana malah menuding video tersebut menggambarkan kericuhan terjadi di KPU Kota Medan. Sedangkan kenyataannya, video tersebut adalah kericuhan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, pada Pilkada serentak tahun lalu.

“KPU Medan digrebek warga sedang mencoblos surat suara 01. Kecurangan sudah mulai terlihat secara nyata. Keburukan rezim Jokowi dan koalisinya mulai terbongkar. Penguasa bangsat,” ujar Kusmana dalam video yang diunggah Sabtu (2/3).

Bahkan oleh akun Kusmana, video hoaks tersebut diteruskan ke grup facebook ‘Insya Allah Prabowo Presidenku 2019-2024 NKRI Harga Mati’.

Komisioner Divisi Advokasi dan Hukum KPU Sumut Ira Wartati menjelaskan ini adalah hoaks pertama yang menyerang KPU Sumut dan Kota Medan. Pelaporan ke polisi adalah bentuk pembelajaran kepada masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.

“Laporan kita adalah dugaan pencemaran nama baik. Karena dalam video itu kita merasa KPU Sumut telah diciderai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Ira usai membuat laporan.

Informasi soal video itu pertama kali diketahui pada Sabtu (2/3) malam. Sehingga pihaknya merasa perlu untuk membuat laporan.

Karena jika dibiarkan, video itu semakin melebar dan memberikan persepsi publik. Itu bisa membahayakan KPU sebagai penyelenggara.

“Harapan kita masyarakat melakukan kroscek terlebih dahulu, sebelum menyebarkan informasi. Kita pastikan video itu hoaks,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua KPU Medan Agussyah Damanik menganggap video ini adalah fitnah. Ini juga kali pertama KPU Medan diserang hoaks. KPU Medan cukup kaget saat mendapat informasi itu. Mereka masih menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian agar kasus itu diproses secara profesional.

“Kita melaporkan karena salah satu akun menyebut kejadian itu di KPU Medan. Kini kita berharap kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Semoga pelakunya cepat terungkap,” pungkasnya.

Yang lebih aneh, kata Agus, dalam postingan itu KPU dituduh sudah mencoblos surat suara Pilpres. Padahal surat suara untuk Capres belum tiba di Kota Medan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Kota Medan agar tidak mudah terpengaruh dengan informasi bohong dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar. Mari sama-sama kita jaga kondusifitas kota kita ini dengan bersama-sama kita berpikiran positif,”  tandasnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat dihubungi menegaskan akan menyelidiki kasus serangan hoaks ke penyelenggara Pemilu.

“Akan kita tindaklanjuti laporannya. Kita akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap siapa pelaku penyebar hoaks,” katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan hoaks yang beredar. Karena ada pidana yang menanti untuk para penyebarnya.

“Hoaks bisa menyebabkan kepanikan dan berpotensi memancing konflik di tengah masyarakat. Polda Sumut akan mengungkap dan akan melakukan penindakan. Kami tidak main-main,” tegasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar