Kudeta Gagal Perwira Militer Gabon

oleh -210 views

garudaonline, Jakarta: Kelompok perwira angkatan bersenjata Gabon mencoba melakukan kudeta terhadap Presiden Ali Bongo (59) pada Minggu (6/1) pekan lalu. Namun, aksi mereka dipatahkan dan seluruh pelaku berhasil ditangkap, termasuk dua orang yang tewas ditembak pasukan pro pemerintah.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (8/1), pemimpin kudeta yaitu Letnan Kelly Ondo Obiang terlebih dulu menduduki stasiun radio setempat. Dia lantas memilih menyiarkan rencana kudetanya melalui siaran pukul 04.30 waktu setempat, ketimbang melakukan langkah strategis seperti mengerahkan pasukan atau mengambil alih gedung-gedung pemerintah.

Obiang meminta seluruh warga dan sejawatnya di angkatan bersenjata turun ke jalan mengambil alih pemerintahan, dan membentuk Dewan Restorasi Nasional. Alasan dia melakukan kudeta adalah lantaran ragu Presiden Ali Bongo bisa menjalankan pemerintahan, karena dalam keadaan sakit berkepanjangan dan berada di luar negeri untuk berobat.

Sekitar 300 orang lantas berkerumun di jalan-jalan Ibu Kota Libreville. Namun, mereka dibubarkan dengan gas air mata oleh pasukan pro pemerintah.

Obiang dan delapan rekannya sempat kabur. Namun, mereka berhasil dibekuk. Bahkan dua pelaku ditembak mati.

Ali Bongo belum kembali ke Gabon sejak ia jatuh sakit di Arab Saudi pada 24 Oktober 2018. Ternyata pada Desember 2018 terungkap dia mengidap stroke.

Meski begitu, pada pergantian tahun Ali menyampaikan pidato kenegaraan untuk pertama kalinya sejak jatuh sakit. Dalam pidato yang direkam dari Maroko dia mengaku sedang melalui masa yang sulit.

Keluarga Bongo menjelma menjadi dinasti politik di Gabon yang kaya minyak. Mereka telah memerintah negara di benua Afrika yang terletak di garis khatulistiwa itu sejak 1967.

Ali Bongo terpilih sebagai kepala negara setelah kematian ayahnya, Omar pada 2009.

Nyaris kalah, tetapi Ali terpilih kembali dalam pemilu yang digelar dua tahun lalu. Namun, diduga dia berlaku curang dan memicu kekerasan.

Hanya saja turunnya harga minyak membuat negara itu dalam kesulitan. Mereka terhimpit krisis ekonomi karena pendapatan negara menurun, tetapi jumlah utang terus bertambah. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar