Kunker ke Nias Selatan, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw Dianugerahi Marga Duha

oleh -782 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw Duha dan Ketua PD Bhayangkari Sumut Ny Roma Megawaty Pasaribu Waterpauw Harita (tengah) mengenakan pakaian baju adat Nias Selatan foto bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumut di antaranya Kabidhumas Kombes Pol Rina Sari Ginting (5 dari kanan)

garudaonline – Nias Selatan | Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw dianugerahi marga Duha oleh Bupati Nias Selatan Dr Hilarius Duha SH MH dan tokoh adat Nias Selatan di Kampung Bawo Mataluwo melalui acara adat.

Pemberian gelar itu merupakan salah satu acara dalam kunjungan kerja (Kunker) Kapolda di Polres Nias Selatan, Sabtu (26/8/2017).

Tak hanya Kapolda Sumut, istrinya yang merupakan Ketua PD Bhayangkari Sumut juga mendapat penganugerahan yang sama. Roma Megawaty Pasaribu Waterpauw diberi marga Harita.

Acara pemberian marga ini diawali dengan sambutan tarian adat Nias Selatan oleh masyarakat dan tokoh adat Kampung Bawomataluwo lalu pemakaian seperangkat baju adat Nias Selatan yang dipakaikan langsung oleh Bupati Nias Selatan dan Tokoh Adat.

Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian marga Nias Selatan oleh pengetua adat Tuha Somasi Niha, Kapolda Sumut diberikan gelar Samugo Sihono mado Duha dan Ny Roma Megawanty Pasaribu Waterpauw dengan gelar adat Inada Rai Mbarasi Samaeri mado Harita.

Sebagai tanda telah resmi menjadi putra dan putri daerah Nias Selatan dilakukan penyembelihan ternak yang akan diberikan kepada masyarakat sekitar.

Pejabat Utama Polda Sumut yang ikut hadir juga turut mendapatkan cendramata ciri khas Nias Selatan. Selesai pemberian marga dan cindedra mata dilanjutkan dengan penampilan atraksi budaya tari perang khas Nias Selatan Maulaya, Fogaele dan Fahombo batu.

Dalam sambutannya Kapolda Sumut mengucapkan terimakasih kepada Bupati Nias Selatan dan ibu serta tokoh adat yang sudah bersedia memberikan marga Nias Selatan. “Marga Duha kepada saya dan marga Harita kepada istri saya,” kata Kapolda Sumut.

“Saya rasa pemberian marga Nias Selatan ini sebagai tanda diterimanya saya di Nias Selatan ini, terimakasih yang sebesar-besarnya untuk kepercayaan ini dan saya akan jaga dengan baik Marga adat Nias Selatan yang sudah diberikan kepada saya dan istri,” ucap Kapolda Sumut.

“Sesungguhnya saya tidak menduga kampung ini dilingkupi dengan adat yang kuat. Tentang adat Nias saya¬† sudah ikuti melalui sekolah dan media. Adat di sini sangat sakral dan menjunjung tinggi sebuah kearifan lokal seperti ini.”

Begitu sampai di pintu gerbang saya jaget dan terkesima begitu terjaganya situs-situs rumah adat dan kekerabatan yang luar biasa. Saya terkesima dan terharu dengan penyambutan yang dilakukan dengan pakaian adat dan tarian adat.”

“Inilah kekayaan alam yang luar biasa. Sama halnya dengan Papua tempat kelahiran saya yang juga dilingkupi dengan adat. Itulah kesan saya yang luar biasa, dengan pemberian marga dengan harapan adanya hubungan berkelanjutan, termasuk saya sudah diterima sebagai Paulus Waterpauw Duha.”

“Ini memberikan kebahagiaan bagi saya sebagai putra yang dilahirkan di ujung timur di negeri ini, bisa bekerja di sini. Atas nama Polda sumut dan keluarga kami haturkan banyak terima kasih atas pemberian marga dan atraksi yang luar biasa.”

“Saya belum bisa membalas sesuatu, semoga kekrabatan dan apa yang sudah diberikan kepada saya bisa saya jaga terutama untuk Nias Selatan,” tuturnya.

Usai memberikan kata sambutan, Kapolda Sumut dan Ketua PD Bhayangkari Sumut menyaksikan atraksi Lompat Batu yang menjadi ciri khas budaya Nias Selatan.

Kapolda kemudian meninjau langsung rumah adat paling besar di Kepulauan Nias. Di situ, Kapolda Sumut dan rombongan disambut oleh Keturunan ke 5 Martinus Foaroka Fau.

(g.01)

Berikan Komentar