Kurir Sabu dan Ekstasi Lolos dari Hukuman Mati

oleh -625 views

garudaonline, Medan: Seorang kurir sabu dan ekstasi lolos dari jerat hukuman mati sebagaimana yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum, setelah Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada terdakwa, Amiruddin alias Amir alias Edoi (24).

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,” ucap majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Ahmad Sayuti dalam amar putusannya, Rabu 21 November 2018.

Berdasar putusan Majelis hakim, Amiruddin telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menyatakan terdakwa Amiruddin alias Amir alias Edoi telah terbukti secara sah telah melakukan permufakatan jahat, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I, dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram,” kata Sayuti.

Namun Putusan majelis hakim dinillai lebih rendah dibandingkan tuntutan. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta agar warga Dusun Bina Jaya, Menasah Asan, Madat, Aceh Timur, Aceh, dijatuhi pidana mati.

Dalam perkara ini Amiruddin terlibat bersama Dedi Saputra Marpaung Bin Sobari dan Zulkifli Bin Ismail alias Joel. Mereka diadili terpisah, namun sama-sama dituntut dengan hukuman mati. Dedi dan Zulkifli masih menunggu sidang putusan atas perkaranya.

Amiruddin merupakan orang suruhan Cece (DPO) untuk menerima mobil dari Zulkifli dan Dedi yang merupakan orang suruhan Amrizal (meninggal dunia). Mobil Toyota Avanza putih dengan nomor polisi B 2139 SZK itu baru tiba dari Aceh.

Di dalamnya terdapat 2 tas ransel hitam berisi 15 bungkus narkotika jenis sabu-sabu dengan berat brutto total 14.552,4 gram, dan 70.905 butir pil ekstasi dengan berat brutto 20.099 gram.

Sesuai perintah, Amiruddin bertemu Zulkifli dan Dedi di depan loket Bus Simpati Star, Jalan Asrama Medan, Minggu, 25 Februari 2018. Di sana dia menerima kunci mobil Avanza pengangkut narkotika yang diparkir di depan Hotel Antara, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Amiruddin saat mengambil mobil yang menbawa narkotika itu di halaman Hotel Antara, Jalan Gatot Subroto, Medan, Minggu, 25 Februari 2018, sekitar pukul 12.25 Wib. Sementara Zulkifli dan Dedi ditangkap di dekat loket Bus Simpati Star.

Rumah kontrakan Amiruddin di Kompleks Taman Impian Indah Blok D, Jalan Banteng, Medan, digeledah. Di sana ditemukan lagi 5 bungkus sabu-sabu dengan berat total 500,5 gram. Narkotika itu didapat Amiruddin dari bosnya bernama Cece. Amiruddin pun diproses dan diadili

Usai pembacaan putusan, majelis hakim menyatakan JPU dan terdakwa dapat menerima atau menempuh upaya banding atas putusan pengadilan tingkat pertama itu. Mereka diberi kesempatan berpikir selama 7 hari. (voshkie)

Berikan Komentar