Latihan Perang di Teluk Persia, Iran pamer Kapal Selam Bersenjata Rudal

oleh -247 views

garudaonline, Jakarta: Iran memulai latihan perang berskala besar di mulut Teluk Persia dan Laut Oman, pada Jumat (22/2). Ajang itu juga digunakan untuk menguji performa kapal selam rudal pertama buatan mereka.

“Latihan itu akan mencakup cara menghadapi berbagai ancaman, menguji senjata, dan mengevaluasi kesiapan peralatan dan personel,” kata komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Hossein Khanzadi.

“Peluncuran kapal selam pelontar rudal akan dilakukan, selain peluncuran helikopter dan drone dari dek kapal penghancur Sahand,” kata Khanzadi.

Media pemerintah mengatakan Iran akan menguji coba kapal selam Fateh buatan dalam negeri yang dipersenjatai dengan rudal jelajah. Kapal itu diluncurkan pekan lalu.

Lebih dari seratus kapal AL Iran ikut serta dalam latihan perang selama tiga hari dari Selat Hormuz hingga ke Samudra Hindia.

Iran tetap mengembangkan program peluru kendali, terutama rudal balistiknya.

Iran meluncurkan kapal penghancur buatan dalam negeri Sahand pada Desember 2018, yang menurut mereka memiliki radar yang dapat mendeteksi serangan siluman.

Mereka juga menampilkan peluru kendali darat-ke-darat (SSM) baru dengan jangkauan 1.300 kilometer pada awal bulan ini. Hal itu dilakukan untuk memperingati Revolusi 1979.

Iran sempat mengancam untuk memblokir Selat Hormuz, yang merupakan rute pengiriman minyak utama dari Arab Saudi ke Amerika Serikat. Hal itu sebagai pembalasan atas sikap AS yang membatalkan sepihak kesepakatan nuklir dan malah menjatuhkan sanksi tambahan kepada Iran.

Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan menarik diri dari perjanjian internasional mengenai program nuklir Iran pada Mei 2018. Dia berdalih kesepakatan itu cacat karena tidak menyinggung soal pembatasan pengembangan rudal balistik atau dugaan keterlibatan dukungannya Iran dalam perang di Suriah, Yaman, Libanon dan Irak.

Angkatan Laut AS lantas mengirim kapal perang USS John C Stennis ke Teluk Persia pada Desember 2018, supaya Iran tidak menutup Selat Hormuz. (CNN/dfn)

Berikan Komentar