Lawan Polisi, Residivis Curanmor di Medan Ditembak

oleh -574 views
Residivis curanmor (kanan)

garudaonline – Medan | Tim Pegasus Unit Pidum Subnit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap seorang dari dua anggota komplotan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Dalam penangkapan tersebut, polisi terpaksa menembak kaki tersangka PN alias Lian (32) warga Jalan Seriti 9 Perumnas Mandala.

“Tersangka terpaksa kami berikan tindakan tegas karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K., M.H, Sabtu (9/2/2019.

Dikatakan, penangkapan tersangka Lian atas dasar laporan polisi korbannya Andi Halim (31) warga Jalan HM Said Gang Garuda Sakti, Medan Perjuangan.

“Dalam laporannya korban mengaku kehilangan sepeda motor dari rumah temannya Heng Pau Suan di Jalan Berastagi Dalam, Kecamatan Medan Perjuangan pada Minggu (3/2/2019) sekitar pukul 08.30 WIB,” sebut Putu.

Setelah menerima laporan korban, Tim Pegasus Unit Pidum Subnit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan di bawah pimpinan Kanit Pidum Iptu Said Husen, S.I.K., M.H langsung melakukan penyelidikan.

Hasilnya, polisi berhasil mengidentifikasi identitas tersangka dan menangkapnya. Dalam pemeriksaan, tersangka Lian mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian sepeda motor di Jalan Berastagi Dalam, Kecamatan Medan Perjuangan.

Namun pada saat akan dilakukan pengembangan, tersangka Lian mencoba melawan petugas sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur ke arah kakinya.

Selanjutnya tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hijau milik korban dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk dijadikan barang bukti.

“Posisi kasus berdasarkan hasil interogasi tersangka Lian mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian sepeda motor di Jalan Berastagi Dalam, Kecamatan Medan Perjuangan bersama dengan temannya Toni (DPO).”

“Ia (tersangka Lian) merupakan resedivis dalam kasus yang sama yakni curanmor di tahun 2014 di Polsek Medan Kota. Kalau vonisnya dulu 1,2 tahun,” papar Putu.

(g.01)

Berikan Komentar