Luhut Tegaskan Jangan Sebarkan Hoaks Terkait Anggaran Perhelatan IMF-World Bank

oleh -486 views

garudaonline, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membalas kritikan berbagai pihak yang mengomentari perhelatan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank) di Nusa Dua, Bali.

Luhut mengatakan pemerintah telah berupaya penuh menggunakan anggaran IMF-WB secara efisien, sehingga tidak serta-merta seluruh dana yang dialokasikan untuk agenda tahunan tersebut digunakan 100 persen.

“Jadi jangan berikan berita yang tidak tahu, terutama tokoh-tokoh yang itu, sudah saya telepon juga sih,” ujar Luhut di Bali, Senin (8/10).

Ia bercerita sudah mengatakan kepada tokoh yang diteleponnya untuk tak sembarangan berbicara mengenai penggunaan anggaran IMF-WB Annual Meeting.

“Tidak main-main kami, emang kami sudah gila? Kami masih waras, mungkin yang ngomong yang tidak waras. Jadi jangan bohong,” sambung Luhut.

Luhut memang tak menyebut secara pasti siapa tokoh yang ia maksud. Namun, seperti diketahui, sejumlah tokoh politik mengkritik penyelenggaraan IMF-WB baik melalui media sosial maupun pemberitaan. Salah satunya yakni Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk meminta penjelasan kepada pemerintah terkait transparansi penggunaan anggaran acara tersebut. Bahkan, dia mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit penggunaan anggaran IMF-WB oleh pemerintah.

“Biar tak jadi fitnah dan hoaks, DPR RI bisa minta penjelasan kepada pemerintah dan BPK juga bisa lakukan audit apakah terjadi pemborosan,” ucap SBY sebelumnya.

Dalam hal ini, SBY menyoroti saat ini ekonomi Indonesia tengah menghadapi tekanan fiskal dan dihadapkan bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Maka itu, ia berharap IMF-WB bisa memiliki agenda yang tepat, dikelola dengan baik dan benar-benar sukses, sehingga rakyat bisa merasakan manfaatnya.

Selain SBY, Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta IMF-WB dibatalkan karena tak cukup kuat membawa nilai tukar rupiah perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, pertemuan IMF-WB telah menghabiskan anggaran hingga Rp1 triliun. Sementara, belum lama ini bencana gempa dan tsunami mengguncang Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Jadi sebaiknya dananya dialihkan saja untuk korban gempa di NTB dan Sulawesi Tengah. Saya kira jauh lebih bermanfaat. Masih ada waktu kok,” papar Fadli.

Sebagai informasi, pemerintah meyebut baru menarik Rp556 miliar dari dana yang sudah dianggarkan sebesar Rp855 miliar. Namun, pemerintah baru menggunakan Rp192,1 miliar untuk keperluan IMF-WB. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar