Malam Munajat 212 Diklaim untuk Perdamaian, Ketua MPR Giring Massa Teriakkan Nomor 2

oleh -509 views

garudaonline, Jakarta: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan mengambil tempat untuk menyampaikan orasinya di Malam Munajat 212 di Monumen Nasional (Monas), Kamis (21/2) malam.

Dalam orasinya, Zulkifli Hasan menyerukan perdamaian dan persatuan menjelang dan saat Pemilu 2019. Namun demikian, orasi Zulhasan, sapaannya, membuat massa Munajat 212 tergiring untuk meneriakkan nomor dua, terindikasi merujuk paslon 02, Prabowo Subianto. Diketahui, acara tersebut awalnya diklaim tak bermuatan politik.

Zulhasan tiga kali mengulang statemennya ‘persatuan nomor 1, soal presiden?’.

“Pemilihan menentukan nasib kita, nasib Indonesia. Persatuan nomor 1, Soal Presiden?,” Ucap Zulkifli hasan sebanyak tiga kali sama persis.

Mendapat pertanyaan Zulkifli Hasan, massa Malam Munajat 212 kompak menjawab.

“Nomor 2!,” sahut serentak dari para peserta.

Zulkifli yang juga mantan menteri kehutanan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga membawa buku Undang-Undang Dasar yang ditunjukkan kepada para massa yang hadir.

“Di sini di pasal 22, jelas dikatakan bahwa damai itu akan tercapai. Damai nyaman itu satu kalimat yang tidak boleh terpisah dengan penyelenggaraan pemilihan umum yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa damai tersebut akan didapatkan jika perintah konstitusi dilaksanakan oleh semua pihak di antaranya yaitu KPU, Bawaslu, dan aparat penegak hukum.

“Pemilu akan menentukan masa depan kita,” katanya.

Zulkifli Hasan turut mengutip kata-kata dari Proklamator Bung Hatta.

“Bung hatta sudah mengingatkan, karena kedaulatan kekuasaan berada di tangan rakyat langsung, maka rakyat harus sadar dan menyadari sepenuhnya bahwa kedaulatan dan kekuasaan berada di tangan Bapak Ibu dan rakyat Indonesia,” kata dia.

Saat turun dari panggung, Zulkifli Hasan memberikan penjelasan mengenai seruannya yang menggiring massa meneriakkan nomor dua. Zulhasan menegaskan hanya ingin menyampaikan pesan tentang persatuan.

“Kita milih pemimpin milih presiden, wakil rakyat setiap lima tahun. Itu sesuatu biasa memilih antar kita, bukan perang. Bukan melawan Belanda, maka harus jaga persatuan damai,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Detik.com. (CNN/dfn)

Berikan Komentar