Mantan Bupati Tapteng Dituntut 3 Tahun Penjara Akibat Tipu Korban Rp450 Juta 

oleh -228 views

garudaonline, Medan: Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (jpu) dengan hukuman 3 tahun penjara. Dia dianggap bersalah menipu korbannya Yoshua Maruduttua Habeahan sebesar Rp450 juta dengan menjanjikan proyek rehab puskesmas yang ada di Kabupaten Tapteng.

“Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 3 tahun penjara,” kata JPU Rosinta sesuai tuntutan yang dibacakannya di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/1/2019).

Tak hanya itu, JPU juga menuntut Amirsyah Tanjung kerabat dari Sukran dengan hukuman yang sama yakni 3 tahun penjara. Keduanya dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana sesuai yang diatur dan diancam pidana dalam dakwaan pertama yakni Pasal 378 Jo Pasal 55(1) ke 1 KUHP.

Dalam dakwaan JPU, tindak pidana penipuan ini dilakukan Sukran dan Amirsyah pada Januari 2016 silam. Kejadian berawal saat Amirsyah menawarkan kepada korban Marudut proyek rehab puskesmas yang ada di Kabupaten Tapteng senilai Rp5 miliar. Agar bisa mendapatkan proyek ini, korban harus membayar uang administrasi sebesar Rp450 juta.

Korban lantas percaya lantaran terdakwa Amirsyah merupakan kerabat dekat Sukran yang saat itu menjabat Bupati Tapteng. Kemudian pada 27 Januari 2016 korban mentransfer uang tersebut. Namun sampai dengan tahun 2017, terdakwa tidak ada memberikan prooyek rehab puskesmas seperti yang dijanjikan terdakwa Amirsyah Tanjung.

Selanjutnya sekira Januari 2017, korban menanyakan langsung  kepada terdakwa Amirsyah Tanjung atas proyek yang dijanjikan tersebut. Korban terus mendesak agar diberikan proyek sehingga Amirsyah Tanjung langsung menghubungi terdakwa Sukran Jamilan Tanjung.

Sukran Jamilan Tanjung mengatakan “Uang Itu sama saya adinda, sabar dulu adinda saya juga lagi berusaha ini minjam uang untuk mengembalikan uang adinda. Karena saya lagi susah juga Ini,”. Setelah sekian lama, uang milik korban tak kunjung dikembalikan. Bahkan proyek yang dijanjikan juga hanya isapan jempol. Akibat dari perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian Rp450 juta.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa akan menyampaikan pembelaan atau pleidoinya pada persidangan pekan depan. Usai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim yang diketuai Saryana menunda persidangan hingga pekan depan.

Seperti diketahui, Sukran juga terjerat kasus penipuan lainnya dengan korban Sartono Manalu yang mengalami kerugian Rp350 juta. Sukran lantas ditangkap oleh personel Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Desember 2018 usai persidangan.

Dalam kasus ini, Sukran menjanjikan dua proyek di Dinas Pendidikan (Disdik) Tapteng senilai Rp 5 miliar kepada korban Sartono Manalu pada 2016. Untuk mendapatkan proyek itu, korban terlebih dahulu diwajibkan menyerahkan uang (mahar) kepada Sukran sebesar Rp 350 juta.

Korban dijanjikan sebagai pemenang tender pembangunan ruang kelas di SMP Kecamatan Lumut dan SMK di Sarudik Tapteng. Tapi, sampai waktu yang ditentukan, janji tersangka tidak terealisasi. Hingga akhirnya, pada September 2016, korban yang mengetahui Sukran tidak lagi menjabat sebagai Bupati Tapteng, lantas mengadukannya ke Polda Sumut pada 2 November 2018. (dfnorris)

Berikan Komentar