Mata Uang Negara Uni Eropa Merosot Dihantam Dolar

oleh -1.120 views

garudaonline, Jakarta: Mata uang negara-negara Uni Eropa dan Inggris, euro dan poundsterling, merosot terhadap dolar AS diguncang defisit anggaran Italia dan kepastian perkembangan keluarnya Inggris dari persekutuan Uni Eropa (brexit).

Euro tercatat melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,15. Penurunan serupa juga terjadi pada poundsterling yang mencapai 0,1 persen menjadi US$1,3055.

“Pergerakan euro dan poundsterling mungkin semakin sensitif terhadap faktor geopolitik, seperti masalah anggaran Italia dan pembicaraan brexit,” ujar Jonathen Chan, Analis dari CMC Markets, seperti dilansir Reuters, Senin (22/10).

Pekan lalu, Komisi Uni Eropa mengirimkan surat kepada Roma yang menyebur rancangan anggarannya merupakan pelanggaran aturan fiskal di kawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hari ini merupakan batas terakhir Italia untuk memberi penjelasan terkait dan berpotensi mendorong Uni Eropa memberikan sanksi.

Dolar AS juga perkasa terhadap dolar Kanada. Pelemahan dolar Kanada ini merupakan yang terendah dalam lima pekan terakhir di tengah rendahnya inflasi.

Pagi, dolar AS juga menguat dibanding rupiah di posisi Rp15.195. Posisi ini melemah 8 poin atau 0,09 persen dibanding akhir pekan lalu yang sebesar Rp15.188 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama mayoritas mata uang kawasan, seperti won Korea Selatan (0,21 persen), peso Filipina (0,18 persen), baht Thailand (0,12) persen, dolar Singapura (0,06 persen), dan ringgit Malaysia (0,04 persen).

Namun, dolar Hong Kong berada di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,02 persen dan yen Jepang meningkat 0,09 persen. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar