Maulid Nabi Muhammad dan Anjuran Perbanyak Shalawat

oleh -495 views

garudaonline, Jakarta: Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi merupakan bentuk menghormati dan memuliakan Rasulullah. Maulid Nabi diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah yang bertepatan dengan hari Selasa, 20 November 2018.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memuliakan Nabi Muhammad di hari kelahirannya. Salah satu yang utama adalah memperbanyak selawat.

Ustad KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi menjelaskan, landasan berselawat ini sesuai dengan Surat Al Ahzab ayat 56 yang berarti, ‘Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadaNya.’

“Melaksanakan peringatan Maulid Nabi adalah hal yang baik dan boleh untuk dilakukan. Landasannya Surat Al Ahzab ayat 56 yang artinya perintah untuk berselawat. Jadi, perbanyak lah selawat,” kata Wahyul, Jumat (16/11).

Doa selawat yang diucapkan itu bisa beragam. Wahyul menyebut, ada jenis selawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah dan selawat yang disusul oleh para sahabat dan juga ulama.

Selawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah misalnya Selawat Umi dan Selawat Ibrahimyah, bacaan yang diucapkan pada akhir tahiyat saat salat.

Sedangkan selawat yang disusun oleh para sahabat dan ulama misalnya Selawat Nariyah, Selawat Ulul Azmi, dan Selawat Fatih.

“Semua selawat itu boleh dibacakan sebagai wujud pengagungan untuk Rasulullah,” tutur Wahyul.

Wahyul menyebut, selawat merupakan bentuk kecintaan umat kepada Nabi Muhammad. Kecintaan pada Nabi ini juga menunjukkan kecintaan pada Allah SWT. Ini sesuai dengan Surat Ali Imran ayat 31-32.

Keutamaan orang yang berselawat di antaranya dikabulkan doanya oleh Allah SWT, dijanjikan pahala berlipat, diangkat derajatnya, dihadiahi surga, dan syafaat Nabi.

Selain berselawat, terdapat amalan lain yang bisa dilakukan untuk memuliakan Nabi di hari Maulid. Seperti, mempelajari dan meneladani kisah Nabi Muhammad, bersedekah sebagai bentuk rasa syukur, bergembira dengan kelahiran Nabi,hingga berkasidah. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar