DBD Paling Banyak di ‘Rumah Kita’

oleh -223 views

garudaonline – Medan | Penyakit demam berdarah (DBD) masih “menghantui” Provinsi Sumut. Berdasarkan data dari Januari hingga September 2016, sebanyak 5.299 penderita dan 32 meninggal karena nyamuk Aedes Aegypti ini.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (Kabid PMK) Dinas Kesehatan Sumut, dr NG Hikmet, Senin (17/10) mengatakan dari 33 kabupaten/kota, kasus DBD peringkat pertama yaitu ‘Rumah Kita’ Kota Medan dengan 1.165 penderita, 5 meninggal, disusul Deliserdang 739 penderita, 1 meninggal dan Simalungun 698 penderita dan tidak ada yang meninggal. Kabupaten Karo 328 penderita, tidak ada yang meninggal, Langkat 285 penderita, 3 meninggal.

Menanggapi kasus DBD peringkat pertama di Kota Medan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan drg Usma Polita Nasution mengakui benar, karena daerah yang dipimpin Dzulmi Eldin ini memiliki jumlah penduduk yang padat dan bangunan tinggi, sehingga nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di air bersih yang tidak mengalir.

Faktor lainnya, kata Usma, seperti perilaku masyarakat dan iklim cuaca. Yang paling efektif dilakukan masyarakat untuk pencegahan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, menanam barang-barang bekas.

“Ketika sakit, datangi Puskesmas terdekat dan laporkan ke Puskesmas untuk difoging. Bagi seluruh sarana pelayanan diminta melaporkan kasus DBD ke Dinas Kesehatan Medan,” ungkap Usma Polita mengakhiri. (hsb)

Berikan Komentar