Debu Galian Tingkatkan Resiko Penyakit ISPA

oleh -257 views

garudaonline, Medan | Debu yang beterbangan apalagi berasal dari galian parit, tentu banyak mengandung kuman. Sehingga beresiko menyebabkan penyakit, salah satunya adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Sejumlah kawasan yang ada di Kota Medan, saat ini sedang dilakukan penggailan drainase. Kawasan yang menjadi areal galian tersebut menghasilkan debu,” kata dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) di Medan, dr. Wijaya Juwarna, SpTHT, Rabu (23/11/2016)

Dia mengatakan tubuh manusia dibangun oleh berbagai sistem organ. Salah satunya adalah sistem pernafasan, yang pintu masuknya berupa mulut maupun hidung. Jika imunitas tubuh lemah atau sistem menurun, maka kuman yang masuk ke dalam tubuh akan berkembang. Sehingga efeknya dapat beresiko terjadinya ISPA.

“Kita menghirup oksigen dan akan mengeluarkan karbondioksida. Oksigen sebagai inti dari udara bersih sangat berpengaruh dengan kondisi lingkungan. Jika kondisi lingkungan atau udara bersih, maka bersihlah yang kita hirup. Kalau udara bersih yang dihirup maka tubuh akan sehat, terutama sistem pernafasan kita,” ujarnya.

Namun sebaliknya, Wijaya menyebutkan, jika udara tercemar, misalnya dengan banyaknya parit-parit yang digali atau galian lainnya, hasil galian itu akan bergabung dengan tanah dan debu. Tentunya, ketika galian itu mulai kering, maka debu-debu itu akan mulai menjadi partikel kecil.

“Nah, ini akan dihirup manusia melalui hidung. Kalau hanya mengandung partikel kecil tanpa kuman tidak jadi masalah karena hidung akan berusaha mengeluarkannya dengan bersin. Sayangnya dengan adanya galian parit cenderung terkontaminasi kuman, dan kuman inilah yang dihirup,” terangnya.

Wijaya menganjurkan, bagi masyarakat yang menggunakan sepeda motor ataupun yang beraktifitas di sekitar lingkungan galian, sebaiknya menggunakan masker untuk melindungi diri dari debu atau polutan tersebut.

“Penelitian juga sudah membuktikan kondisi lingkungan yang bersih akan membuat kita bernafas dengan baik. Sementara kondisi lingkungan dengan polutan yang tinggi, debu, asap atau penyebab lainnya itu tentunya merusak saluran pernafasan. Dan ini sudah banyak diteliti,” pungkasnya. (Fidel)

Berikan Komentar