Dimarahi Wali Kota, Kadis Bina Marga Medan Membela Diri

oleh -644 views

garudaonline – Medan | Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin berang dan memarahi Kepala Dinas Bina Marga Medan Khairul Syahnan,
saat melakukan tinjauan perbaikan drainase di Simpang Jalan Darussalam, Medan Petisah, Senin (10/10/2016).

Eldin yang langsung melihat ada tumpukan batu pecahan yang menumpuk di tengah-tengah parit. Ternyata tumpukan batu pecahan itu adalah penutup drainase yang terbuat dari semen yang dicor kemudian dihancurkan oleh petugas lapangan dan dibiarkan.

Alhasil, akibat pengerjaan dari Dinas Bina Marga Kota Medan yang tak kunjung selesai, tumpukan batuan itu membuat saluran
parit tidak lancar. Airparit pun tumpah ke jalan tatkala hujan datang.

Kemarahan Eldin pun memuncak saat ia sedang melihat petugas di lapangan duduk-duduk. Eldin pun memarahi Syahanan dan petugas
di lapangan yang bernama Sugiroto. “Duduk–duduk pula kalian di situ. Angkat itu,” kata Eldin denga nada emosi.

Emosi ini tidak tertahan lantaran sistem pengerjaanya yang salah. Pengerjaan terkesan kejar tayang. Belum tuntas di satu  titik, sudah dipindahkan ke titik lain.“Kalau ini mau dikerjakan, yang itu jangan dibongkar dulu. Kalau yang ini banjir, ngapain itu dibongkar,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu menginginkan pengerjaan tersebut harus fokus. Tidak semua dikerjakan. Akibatnya terkesan terbengkalai dan merugikan masyarakat.“Maunya setelah selesai ini. Baru dikerjakan yang lain. Tidak seperti ini. Ini belum tuntas, sudah dikerjakan. Bukan kejar tayang. Tapi, harus fokuslah,” ucapnya usai melakukan tinjauan kepada wartawan.

Bela Diri

Sementara itu, Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan Harahap yang turut mendampingi Walikota Medan, HT Dzulmi Eldin dalam peninjauan  tersebut terkesan membela diri dengan melakukan pembelaan pihak ketiga. Menurutnya, batu tersebut bukan dibiarkan di dalam drainase. Batu tersebut akan diangkat.Namun, karena masih dilakukan pembongkaran, jadi dibiarkan.

“Namanya juga sedang dikerjakan. Jadi, dibiarkanlah dulu. Nantikan diangkat. Inikan belum selesai,” kilahnya.

Petugas di lapangan yang bernama Sugiroto mengatakan mengapa batu tersebut dipecahkan, karena tidak ada alat untuk membongkar
penutup drainase yang berbentuk persegi panjang itu. Sehingga, petugas di lapangan terpaksa memcahnya karena hanya dengan
menggunakan alat seadanya seperti palu dan alat pecah batu lainnya. “Ga bisa dibuka, ga ada alatnya. Makannya dipecahkan,”
jelasnya.

Sementara itu, Walikota saat disinggung bagaimana dengan pengawasan Dinas Bina Marga Kota Medan sendiri terhadap pengerjaan ini, Eldin mengaku pengawasan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut dinilai belum maksimal. Untuk itu dia meminta pengawasan atas pengerjaan tersebut lebih ditingkatkan lagi.

Begitu juga dengan pihak ketiga yang mengerjakan pengerjaan tersebut akan diberikan peringatan. “Pengawasannya masih lemah.
Belum maksimal. Saya minta ini ditingkatkan. Untuk pihak ketiganya belum di black list lah, masih diberi peringatan,” tegasnya.(Ber)

Berikan Komentar