Distribusi Terkendala, Premium Langka di Medan

oleh -374 views

garudaonline – Medan | Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Sumatera Utara langka. Pasalnya Kapal MT Saamis Adventure dan Kapal MT Prime Synergy yang mengangkut BBM tersebut terkendala dalam distribusi.

“Kelangkaan karena kapal kita telat datang. Kapal yang mengangkut 7.900 kiloliter dan 22.000 kiloliter premium dari Singapura terlambat bersandar. Tapi penyaluran recovery mulai dari hari ini,” kata Officer Communication & Relation PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I) Sumbagut, Arya Yusa Dwicandra, Jumat (13/1/2017).

Dia mengatakan distribusi premium sudah kembali normal tadi pagi. Begitupun dia mengakui ada beberapa SPBU di Kota Medan yang masih langka premium. Dia memperkirakan dua hari ke depan, pasokan premium ke SPBU sudah lancar.

“Hari ini mobil tangki kita sudah mulai bergerak. Mungkin ada beberapa SPBU lain masih kritis. Tapi kita harap, minggu sudah tak ada lagi kendala. Jadi karena ada masalah di laut maka terlambat bersandar,” ucapnya.

Dia menambahkan konsumsi masyarakat cenderung ke Pertalite dibanding Premium. Karena itu besaran penyaluran Premium dan Pertalite hampir sama yakni 3.000 kiloliter perhari. Sehingga secara otomatis pengusaha lebih banyak menjual Pertalite dibanding Premium.

“Tidak ada penghapusan Premium. Kalau dulu Premium lebih tinggi dari Pertalite. Tapi sekarang konsumsi masyarakat lebih banyak Pertalite. Jadi sebenarnya tidak ada pengurangan apalagi penghapusan. Karena secara otomatis masyarakat lebih cenderung pakai Pertalite,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi S. Siregar mengatakan kelangkaan BBM jenis Premium terjadi di semua SPBU di Kota Medan-Binjai mulai Rabu (11/1/2017). Kondisi ini menyebabkan pengendara yang ingin mengisi Premium terpaksa beralih ke Pertalite dan Pertamax.

“Kelangkaan Premium juga terjadi di SPBU COCO milik Pertamina yang notabene SPBU yang dipastikan stoknya tetap tersedia meskipun seluruh SPBU lain mengalami kelangkaan BBM,” urainya.

Dia mengatakan Pertamina harus menjelaskan kepada masyarakat, mengapa terjadi kelangkaan Premium di Medan-Binjai. Jangan sampai masyarakat menduga-duga sehingga muncul informasi yang simpang siur.

“Pertamina jangan membuat kegaduhan dengan tidak memberikan informasi yang jelas mengenai kelangkaan Premium. Kelangkaan premium yang terjadi di SPBU, Pertamina tidak boleh lempar tanggungjawab dan mencari kambing hitam,” ungkapnya.

Menurut Padian, pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap kelangkaan premium. Karena Pertamina bersikap tidak profesional dalam melakukan distribusi Premium ke SPBU. Akhirnya, masyarakat juga yang akan dikorbankan dan dirugikan dengan kondisi premium langka.

“Jika kelangkaan premium pun terjadi di SPBU COCO yang dikenal sebagai ‘role model’ manajemen pelayanan SPBU, dapat dipastikan kelangkaan premium sudah pasti terjadi di seluruh SPBU lain.

Jangan gara-gara premium adalah BBM subsidi yang membebani kas Negara dan tidak memberikan kontribusi keuntungan bagi Pertamina, lantas premium dibiarkan langka,” tegasnya.

(fidel)

Berikan Komentar