Gubsu Cek Kesiapan Pengamanan Perayaan Imlek

oleh -359 views
Gubsu T Erry Nuradi menyematkan pita tanda peserta personel pengamanan Ops Liong Toba di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (26/1/2017).

garudaonline – Medan | Dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek ke-2.586, Gubsu Erry Nuradi menjadi Inspektur Apel gelar pasukan operasi Liong Toba 2017 di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (26/1/2017) sore.

Kegiatan ini merupakan pengecekan akhir kesiapan pengamanan perayaan Imlek 2017, di Sumut baik pada aspek personel, sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, pemerintah daerah dan mitra kamtibmas lainnya.

Dalam kesempatan itu, Erry berharap pelaksanaan Operasi Liong Toba 2017 dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari pelayanan yang diberikan.

Karenanya, seluruh personel pengamanan agar bekerja sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat. Operasi mandiri kewilayahan Ops Liong Toba 2017 dalam pelaksanaanya terbagi pada tiga tahap, yakni pengamanan perayaan Imlek pada tanggal 28 Januari 2017, pengamanan perayaan Cap Gomeh pada tanggal 12 Februari 2017 dan pengamanan perayaan Ceng Beng pada 4 April 2017.

“Secara keseluruhan Polda Sumut dan jajarannya mengerahkan kekuatan sebanyak 4.287 personel. Keamanan ditempatkan di seluruh vihara atau klenteng atau tempat-tempat peribadatan lainnya guna memberikan pengamanan kamtibmas bagi yang merayakan Imlek maupun masyarakat Sumut lainnya” ujarnya.

Erry juga mengajak semua pihak menjaga dan mengelola keberagaman Sumut yang merupakan miniatur Indonesia. Beberapa hal yang harus dipedomani dalam Operasi Liong Toba di antaranya tingkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan diri maupun satuan dalam melaksanakan tugas sehingga mampu merespon secara cepat dan tepat setiap gangguan kamtibmas yang terjadi.

Laksanakan tugas dengan penuh iklhas serta semangat pengabdian terbaik melalui tampilan sikap humanis dan simpatik serta menghindari sikap arogansi dan kesewenang-wenangan.

“Jalin kerjasama strategis dengan instansi terkait serta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara, seorang tokoh masyarakat Tionghoa, Indra Wahidin, mengatakan, isu-isu negatif akan sirna dengan sendirinya bila dalam merayakan hari besar Imlek bagi masyarakat Tionghoa, khususnya dilaksanakan dengan hikmad dan kebersamaan dengan masyarakat lainnya di Sumatera Utara.

(g/10)

Berikan Komentar