HAN 2016, Akhyar: Stop Kekerasan Terhadap Anak

oleh -405 views
Sejumlah siswa pemenang perlombaan HAN 2016 foto bersama Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan istri serta Kepala BKKBN Medan Muslim Harahap di Gedung Dharma Wanita, Medan, Selasa (29/11/2016).

garudaonline, Medan | Anak perlu dilindungi karena pada dasarnya setiap anak lahir dengan segenap potensi yang baik. Namun akibat pola asuh dan lingkungan yang salah, maka masa perkembangan anak dapat menghambat tumbuh kembangnya.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution ketika menghadiri acara Hari Anak Nasional (HAN) 2016 di Gedung Dharma Wanita Jalan Rotan Medan, Selasa (29/11/2016). Dalam kegiatan itu, tiga isu yang disoroti yakni kekerasan seksual anak, perkawinan anak dan prostitusi anak.

“Anak adalah harta berharga yang dimiliki orangtua. Oleh karenanya anak harus dijaga dan dilindungi dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. Akan tetapi tidak sedikit anak yang disiksa ditelantarkan dan dipaksa bekerja, bahkan dibunuh oleh orang tuanya sendiri,” ucap Akhyar.

Artinya menurut Akhyar, tidak sedikit anak yang menjadi korban kekerasan fisik dari orangtua dewasa, kekerasan seksual dan narkotika yang menimpa mereka. Untuk itu para orang tua harus lebih meningkatkan kepedulian dan pemenuhan kebutuhan serta perlindungan terhadap anak.

“Saya mengajak kita semua, terutama para orangtua mengakhiri melakukan kekerasan terhadap anak maupun mengeksploitasi mereka. Marilah kita lebih meningkatkan kepedulian dan pemenuhan serta memberikan perlindungan kepada anak-anak kita,” ucap Akhyar.

Akhyar menuturkan, adapun hak-hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi antara lain hak untuk bermain. Lalu hak untuk mendapat pendidikan dan perlindungan, mendapatkan nama dan identitas, hak mendapatkan makanan, akses kesehatan dan rekreasi.

“Di samping itu hak untuk berkembang memiliki peran yang sesuai dengan kemampuan dan intelektual serta perkembangan usianya. Setiap orangtua pasti akan merasa bersyukur dan senang jika anak-anaknya dapat menjadi generasi yang unggul, beriman dan bertakwa kepada Allah,” bebernya.

Sejak 2010 sampai 2014, Kota Medan telah berkomitmen untuk mewujudkan 1 kelurahan di 21 kecamatan menjadi kelurahan layak anak. Hal itu dilakukan dalam upaya untuk menjamin pemenuhan atas hak anak tersebut. (Fidel)

Berikan Komentar