Jamwas Bedah Buku Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Unimed

oleh -256 views

 

 Acara bedah buku tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Kampus Unimed, Jalan Wiliam Iskandar, Medan, Selasa (8/11/2016).

Acara bedah buku tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Kampus Unimed, Jalan Wiliam Iskandar, Medan, Selasa (8/11/2016).

 garudaonline, Medan | Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung, Prof R Widyo Pramono SH MM MHum melakukan ceramah umum dan bedah buku tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Kampus Universitas Negeri Medan (Unimed), Jalan Wiliam Iskandar, Medan, Selasa (8/11/2016).

Acara yang dilaksanakan di Lantai III Gedung Biro Rektor Unimed dimulai pada jam 10.00 wib, dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), DR Bambang Sugeng Rukmono MH MM dan Asisten Intelijen (Asintel) Kejatisu, Nanang Sigit Yulianto SH MH serta para asisten di Kejatisu dan para Kajari se-Sumut serta Rektor Unimed, Prof Dr Syawal Gultom MPd dan Wakil Rektor I, Prof Dr Abdul Hamid K MPd. Acara yang dibuka oleh Rektor Unimed ditandai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa.

Rektor Unimed, Syawal Gultom dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Kejagung dalam hal ini Jamwas dan Kajatisu beserta para Kajari se-Sumut serta jajarannya yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menerima undangan untuk melakukan ceramah di kampus tersebut.

Dalam kesempatan itu, Jamwas memberikan kuliah umum dalam hal ini membedah buku yang berjudul “Pemberantasan Korupsi dan Pidana Lainnya Dalam Perspektif Jaksa dan Guru Besar”.

Jamwas berharap, buku terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi dapat memberi manfaat kepada seluruh masyarakat sehingga nantinya mengetahui peraturan terkait korupsi dan mampu terhindar dari perbuatan korupsi. Serta tidak berhubungan dengan aparat hukum dalam hal sebagai pelaku korupsi.

Widyo Pramono yang juga pernah bertugas sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung mengatakan, bertugas sebagai Jamwas bertujuan untuk membentuk jajaran Kejaksaan yang Prifesional dan Profosional.

“Pengawasan misinya adalah membentuk aparat pengawasan yang mampu melakukan pengawasan terhadap kejaksaan serta memproses dengan cepat setiap pengaduan terkait jaksa,” katanya.

Widyo menegaskan, dengan mengetahui peraturan dan setelah membaca buku terkait pemberantasan korupsi, maka masyarakat dapat terhindar dari perbuatan korupsi.

“Sebagai manusia tentunya jika kita sudah mengetahui aturan maka kita dapat melaksanakan sesuatu hal dengan baik dan benar. Khususnya dalam hal korupsi yang jika dilanggar maka akan berhubungan dengan aparat penegak hukum. Maka tentunya jika sudah memahami aturan tentang korupsi dapat menghindarinya,” tegasnya.

Menurutnya, sebuah praktik korupsi tidak sederhana, ada kompleksitas yang melingkupinya dan termasuk dalam penegakan hukum dikarenakan pelaku korupsi tidaklah sendirian.

“Para pelaku itu juga bukan orang-orang bodoh. Perkara korupsi adalah Extra-ordinary Crime sehingga membutuhkan penanganan yang luar biasa pula,” jelasnya. (Endang)

Berikan Komentar