Kapolrestabes Medan Beri Penghargaan Pada 67 Personel Berprestasi

oleh -38 views

 

garudaonline, Medan – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, memberikan penghargaan kepada 67 orang personel yang berprestasi. Personel yang mendapatkan penghargaan karena mampu mengungkap kasus menonjol maupun kasus atensi yang tingkat kesulitan pengungkapannya memiliki level lebih sulit dari pada yang lainnya.

“Pengungkapan kasus-kasus ini bagi yang berprestasi tentu adalah kebanggaan pribadi yang sangat luar biasa dan akan menjadi cerita bagi anak cucu serta akan terus diingat oleh organisasi,” kata Kapolrestabes saat memimpin upacara apel pagi dan pemberian penghargaan kepada personel yang berprestasi di lapangan apel Polrestabes Medan, Senin 11 Februari 2019.

Adapun Personel yang berprestasi sebanyak 67 orang terdiri dari Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan, Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan, Kapolsek Percut Sei tuan bersama Personel Reskrim dan Bhabinkamtibmas, Kapolsek Medan Sunggal bersama personel reskrimnya.

Kegiatan apel ini turut dihadiri para kabag, para kasat, para kapolsek, para kasi dan personel jajaran Polrestabes Medan. Kapolrestabes juga mengajak personelnya agar terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Rekan-rekan sekalian mari kita terus berprestasi, jangan pernah berhenti berprestasi untuk memberikan kontribusi kepada orang, lingkungan dan organisasi kita maka itu akan kembali kepada diri kita kebaikan-kebaikan tersebut,” ujarnya.

Kapolrestabes menyampaikan upaya-upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terus berlangsung. Sebab eksistensi kepolisian ini ditentukan oleh kepercayaan masyarakat.

“Oleh karena itu berbagai hal dengan sumber daya organisasi kita terbatas maka kita melakukan suatu strategi kepolisian yang berasaskan prioritas, mana yang didahulukan mana yang diselesaikan secara cepat,” jelasnya.

Kondisi saat ini, lanjutnya, polisi tengah dihadapkan dengan beberapa hal yang menjadi prioritas seperti Pemilu 2019.

“Kita tahu pergulatan dinamika politiknya sangat luar biasa. Ada hate speech ujaran kebencian, berita hoax(berita bohong) yang disebarkan kemudian juga ada isu SARA,” paparnya.

Tak hanya itu, polisi juga dihadapkan dengan kejahatan jalanan, serta untuk terus mempertahankan WBBM.

“WBBM dari komitmen kita konsekwensinya kita lakukan perubahan secara bertahap. Kalau kita hari ini tidak mau berubah, mau kapan lagi perubahan itu dilakukan dan ini konsekuensinya adalah kita akan mendapat remunerasi yang lebih baik dari rekan-rekan kita,” urainya.

WBBM ini, katanya mulai dari bagaimana personel menginternalisasi pikiran-pikiran untuk mau berbuat baik dan tidak melakukan upaya-upaya penyimpangan.

“Dan masalah narkoba sangat luar biasa karena narkoba dapat menghancurkan masyarakat terutama generasi penerus. kalau hari ini kita tidak menyelesaikan permasalahan narkoba dengan berbagai upaya maka kita khawatirkan generasi kita akan menjadi generasi yang lemah,” tuturnya. (voshkie)

Berikan Komentar