Kemenristekdikti Kekurangan Rp8,6 Triliun untuk Pembangunan RSPTN

oleh -350 views

garudaonline – Medan | Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kekurangan dana Rp8,6 Triliun untuk penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN). Akibatnya masih banyak RSPTN yang pembangunannya mangkrak.

“Saya nggak bisa menghitung. Tapi masih banyak itu rumah sakit pendidikan dan kampus-kampus yang mangkrak,” kata Menristekdikti, Mohamad Nasir, seusai grand opening RS Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Senin (9/11/2017).

Dia mengatakan persoalan dana menjadi salah satu penyebab mangkraknya pembangunan sejumlah rumah sakit perguruan tinggi.

“Beberapa rumah sakit yang mangkrak antara lain RS pendidikan ada di Unila, Universitas Lampung, Universitas Samratulangi, banyaklah,” ucapnya.

Karena banyaknya rumah sakit pendidikan yang pembangunannya mangkrak, lanjutnya, Kemenristekdikti belum berencana menambah pembangunan baru.

“Soal penambahan rumah sakit, kami ingin menyelesaikan dulu yang sekarang ini. Karena masih banyak rumah sakit yang mangkrak. Kami masih ingin menyelesaikan itu dulu,” sebutnya.

Dia mengaku Kemenristekdikti telah mengajukan usulan anggaran kepada Presiden. Masalah itu juga sudah dibicarakan kepada Menteri Keuangan. Namun dia mengatakan belum bisa menargetkan berapa RSPTN yang bisa diselesaikan tahun ini.

“Kami ada kekurangan Rp 8,6 triliun untuk menyelesaikan. Pembangunan rumah sakit pendidikan itu juga sudah diaudit BPKP. Hasilnya sudah keluar dan akan disampaikan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Bappenas,” jelas Nasir.

(fidel)

Berikan Komentar