Ketua PN Medan Dituntut Tindak Hakim ‘Nakal’

oleh -309 views

garudaonline, Medan | Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Herdi Agusten dituntut untuk menindak para hakim yang ‘nakal’.

Tuntutan itu dilontarkan oleh ratusan buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Pekerja/ Serikat Buruh Indonesia (GAPBSI) saat beraksi di Gedung PN Medan, Jalan Pengadilan, Senin (17/10).

Jika tuntutan mereka tak dikabulkan, demonstran mengancam akan melakukan aksi setiap bulan dengan membawa massa lebih banyak lagi.

“Kita mau ketemu langsung sama Ketua PN Medan dan meminta agar hakim-hakim nakal yang bermain dalam kasus buruh untuk segera ditindak dan diproses hukum serta dipecat,” teriak massa.

Massa juga meminta agar sistem peradilan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) yang awalnya diharapkan menjadi benteng terakhir bagi buruh untuk memperoleh keadilan, ternyata juga hanya isapan jempol belaka.

Pasalnya, menurut massa, pada kenyataannya proses perselisihan di PHI justru lebih buruk dibanding sistem yang lama (P4D/P4P).

“Perilaku korup oknum-oknum di PHI justru membuat kita semakin sulit untuk memperoleh hak. Sejak berdiri PHI di PN Medan tahun 2006, bukti surat PHI tidak perlu dileges. Akan tetapi, bukti surat wajib dileges sebesar Rp 5 ribu. Bagi pengusaha itu tidak besar bagi kami besar,” lanjut massa.

Demonstran juga meminta untuk menghapus biasa leges di PN Medan karena sudah menyiksa buruh.

Terpisah, Humas PN Medan, Erintuah Damanik berjanji akan menindaklanjuti laporan pihak demonstran.

“Jika ada ketauan hakim nakal, maka laporkan hal tersebut kepada kita dan akan diproses,” jelas Erintuah. Erintuah mengaku sudah berkonsultasi dengan pimpinan terkait pembayaran uang leges tersebut. Hasilnya, buruh akan dibebaskan dari uang leges.

“Kita sudah bicarakan kepada pimpinan dan semua leges. Untuk buruh kita bebaskan (uang leges),” jelas Erintuah.

Setelah mendengar keterangan Humas PN Medan, massa membubarkan diri. Dari pantauan wartawan, terlihat kemacetan panjang atas aksi para demonstran tersebut. (Endang)

Berikan Komentar