Komisi III DPR RI Soroti Maraknya Peredaran Narkoba di Sumut

oleh -527 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, didampingi Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto dan Kepala BNNP Sumut, Brigjen Andi Loedianto memaparkan penanganan masalah narkoba di Sumut di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut, Kamis (20/4/2017).

garudaonline – Medan | Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Mapolda Sumut untuk menyoroti maraknya peredaran narkoba di Sumut, Kamis (20/4/2017). Sekaitan dengan itu, praktik penyelundupan manusia di Sumut juga menjadi perhatian pemerintah terutama Komisi III DPR RI.

“Pertumbuhan peredaran narkoba mengalami kenaikan. Orang asing terutama dari Malaysia, Singapura dan Tiongkok yang datang ke Indonesia melalui Sumatera Utara (Sumut) dengan memanfaatkan kebijakan pemerintah yaitu bebas visa dengan tujuan bersenang-senang seperti judi, prostitusi dan konsumsi narkoba, menjadi perhatian khusus dari Komisi III DPR RI,” ujar Ketua tim Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa dari Fraksi Gerindra di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut.

Karena itu, Komisi III DPR RI berharap khusus kepada Polda Sumut agar meningkatkan kinerja untuk memberantas narkoba dengan tujuan keamanan nasional.

“Ini yang menjadi fokus Komisi III DPR RI datang ke Polda Sumut dan untuk mendapatkan informasi yang terkait tentang narkoba, prostitusi dan orang asing,” kata Desmond.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebutkan, pihaknya sudah melaksanakan pembersihan di internal dengan membuat Pakta Integritas tentang narkoba ditandatangani seluruh personel.

“Bila ada personel yang terlibat narkoba akan dipecat sebagai upaya untuk pencegahan. Kami juga sudah melaksanakan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat tentang peran aktif dalam memelihara keamanan dan ketertiban negeri,” ujarnya.

Kapolda menyampaikan, pentingnya keamanan dan ketertiban dalam masyarakat terutama pada lingkungan, tempat tinggal dan tempat kerja.

Untuk menunjang semua itu, menurut Kapolda perlu digiatkan dan dan dihidupkan kembali pengamanan swakarsa seperti keberadaan pos kamling, ronda malam dan sebagainya agar tercipta rasa aman bagi masyarakat serta mengurangi kesempatan pelaku kejahatan.‬

Kata Kapolda, sebagai langkah antisipasi dan menekan peredaran narkoba, dari 37 asrama Polri, 34 di antaranya sudah melaksanakan deklarasi lingkungan bebas dari narkoba, sisanya akan dideklarasikan melalui video converence.

“Upaya pemberantasan narkoba dilakukan Polda Sumut dengan berbagai cara, mulai dari yang soft hingga hard. Polda Sumut juga telah membangun tiga pilar plus dengan mengedepankan peran dari Bhabinkamtibmas, Babinsa dan lurah/kepala desa untuk mengembangkan lingkungan yang bebas narkoba,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan Polda Sumut, sambungnya, membuat pedoman kerja antara Kanwil Kumham Sumut tentang petunjuk teknis (juknis) kerja sama penyelenggaraan tugas fungsi pemasyarakatan di wilayah Provinsi Sumut, mendeklarasikan asrama Polda Sumut yang bebas dari narkoba.

“Pada 21 April 2017 Polda Sumut akan melaksanakan Rapim dengan Kodam I Bukit Barisan yang akan menandatangani kesepakatan bersama tentang pembangunan lingkungan bebas narkoba dan lingkungan sejahtera di wilayah Sumut,” terangnya.

Selain itu, juga dilaksanakan program pencanangan lingkungan bebas narkoba yang disertai komitmen untuk memberikan sanksi sosial kepada warga lingkungan yang kedapatan menggunakan, mengedarkan ataupun menjadi bandar narkoba.

Dia menambahkan, selama tahun 2017 Polda Sumut telah menindak tegas kepada para pengedar narkoba yang melakukan perlawanan mengakibatkan 5 tersangka meninggal dunia dengan total barang bukti 54,5 kg sabu, 35 ribu pil ekstasi dan 2 pucuk senjata api.

“Pada 26 Januari 2017 Polda Sumut dengan Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap 4 orang tersangka yang melakukan perlawanan dan satu orang meninggal dunia (mantan anggota Polri). Banyak lagi kasus–kasus yang menonjol tentang narkoba ditindak dengan tegas baik itu oleh Polda Sumut, BNN dan Bareskrim Polri,” pungkasnya.

Kunker Komisi III DRP itu disambut Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Waka Polda Brigjen Pol Agus Andrianto, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, pejabat utama dan para Kapolres jajaran.

Anggota Komisi III DPR RI yang turut dalam rombongan, Junimart Girsang (F-PDIP), Drs KH Nawafie Saleh (F-Golkar), Wihadi Wiyanto (F-Gerindra), Erma Suryani Ranik (F-P Demokrat), H Muslim Ayub (F-PAN), H Abdul Kadir Karding (F-PKB), H Aboe Bakar Alhabsy (F-PKS), Drs H Hasrul Azwar (F-PPP), Drs Akbar Faisal (F-P Nasdem), Dr H Dossy Iskandar Prasetyo (F-P Hanura).

(g/10)

Berikan Komentar