Legislator: BBPOM Harus Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

oleh -415 views
 Hj Meilizar Latif

Hj Meilizar Latif

 garudaonline, Medan | Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) hendaknya dapat meningkatkan pengawasan terhadap peredaran/penjualan obat dan makanan.

Kemudian, hasilnya harus pula senantiasa dipublikasikan kepada masyarakat, supaya diketahui produk makanan dan obat apa saja berkategori baik, dan mana pula yang ilegal.

Demikian dikemukakan Anggota Komisi E DPRD Sumut Hj Meilizar Latif SE MM kepada wartawan, Kamis (17/11), menyikapi adanya temuan berdasarkan laporan masyarakat, yakni mi kuning bercampur soda api di Jalan Kawat III Medan baru-baru ini.

Berdasarkan laporan masyarakat itu, BBPOM Medan kemudian melakukan penggerebekan dan menyita 1 ton lebih mie kuning bercampur soda api di tempat tersebut.

“Seharusnya BBPOM dalam menjalankan aktivitasnya, tidak hanya mengacu pada laporan masyarakat, melainkan bertindak proaktif dalam melaksanakan fungsi pengawasan,” tegas Meilizar.

Politisi Partai Demokrat ini menyatakan, pihaknya sangat prihatin dengan adanya penyitaan mie kuning ilegal dan sudah terlanjur dikonsumsi masyarakat tersebut.

“Hal-hal seperti ini seharusnya tidak sampai terjadi, jika BBPOM konsisten menjalankan tupoksinya sebagaimana diatur dalam UU No 14/2014,” katanya.

BBPOM, kata Meilizar, seharusnya melakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala terhadap perusahaan-perusahaan yang ada, terutama yang menghasilkan obat dan makanan selama ini banyak dikonsumsi masyarakat. “Dan, apa pun hasil pemeriksaan itu, harus disampaikan kepada publik,” ujarnya.

Terkait dengan adanya penyitaan makanan ilegal berupa mie kuning bercampur soda api di Jalan Kawat III Medan tersebut (berdasarkan info yang disampaikan masyarakat), Meilizar menyatakan sedih dan sangat kecewa terhadap kinerja BBPOM di daerah ini.

“Kita minta kepada Gubsu dan Wali Kota Medan, agar segera mengevaluasi kinerja pimpinan BBPOM tersebut. Kalau memang dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, sebaiknya segera diganti saja dengan figur yang lebih baik,” tegasnya.

Lebih jauh Meilizar mengatakan, berkenaan dengan adanya penemuan produk mie kuning bercampur soda api itu, Komisi E DPRD Sumut telah menjadwalkan memanggil pihak BBPOM untuk dimintai penjelasan dan langkah-langkah antisipasi yang dilakukan, mencegah hal serupa kembali terjadi.

Menurut Meilizar, BBPOM hendaknya bisa memberikan garansi munculnya rasa aman dan nyaman masyarakat terhadap kemungkinan disuguhi obat dan makanan yang ilegal.

“Pihak BBPM memiliki kewajiban dan tanggung jawab membentengi masyarakat dari produk obat dan makanan ilegal, dengan cara terus-menerus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap perusahaan yang terbukti melakukan penyimpangan,”kata Meilizar. (Mike)

Berikan Komentar