Mardiaz Terjun Langsung Amankan Demo HTI

oleh -198 views

garudaonline –  Medan | Kapolrestabes Kota Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK,  ikut serta dan terjun langsung dalam pengamanan demo long march Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Lapangan Merdeka hingga Bundaran Majestik, Sabtu (15/10).

“Saya ikut mengamankan anak-anak, kasihan anak-anak kepanasan ikutan demo,” ucap Mardiaz kepada wartawan didampingi Kasatlantas Polrestabes Medan, Kompol Teuku Rizal Moelana dan Kasatintelkam Polresetabes Medan, Kompol Harry Azhari Harahap.

Mardiaz juga memerintahkan seorang dari massa HTI agar tidak memaksakan melakukan aksi tersebut. Terutama jika anak mulai lelah dan harus istirahat.

“Tolong biarkan mereka (anak-anak) istirahat jika mereka sudah capek. Jangan paksakan mereka. Kalau mereka lelah, suruh saja duduk dan istirahat,” ungkap Mardiaz.

Seperti diketahui ratusan massa HTI melakukan aksi mengutuk pelecehan Al-Quran oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai dari Lapangan Merdeka hingga Bundaran Majestik. (Topan88)

Kutuk Pelecehan Al-Quran

Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali menggelar aksi pengutukan pelecehan Al-Quran oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok. Mereka melakukan long march dari titik nol Kota Medan, Lapangan Merdeka menuju Bundaran Majestik, Sabtu (15/10).

Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto menyebutkan pernyataan Ahok jelas-jelas merupakan penghinaan terhadap keagungan dan kesucian Al-Quran. Padahal Al-Quran adalah wahyu Allah SWT dan pasti kebenarannya.

“Al-Quran itu menuntun manusia kepada petunjuk dan jalan kebaikan. Khusus ayat 51 surah Al-Maidah sebagai dasar haramnya memilih pemimpin kafir adalah dakwah. Sangat diperlukan agar setiap muslim memilih jalannya dengan tuntunan agama. Bagaimana bisa perbuatan mulia seperti itu dikatakan oleh Ahok sebagai pembodohan?” ucapnya.

Dengan begitu, HTI menyatakan mengutuk keras pelecehan terhadap Al-Quran karena tindakannya sama sekali tak bisa diterima. Ahok secara sadar telah nyata menyebut Al-Quran sebagai sumber pembodohan.

HTI juga meminta aparat berwenang bisa bertindak mengusut tindakan penghinaan Al-Quran. Sebab bila merujuk pada KUHP Pasal 156 dan UU no 1/PNPS/1965 tentang pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama, perbuatan Ahok sah telah melanggar aturan sehingga Ahok harus ditindak.

“Semakin jelas siapa Ahok. Artinya tidak pantas Ahok memimpin Provinsi DKI Jakarta yang mayoritas muslim. HTI serukan kepada umat Islam di Jakarta khususnya menolak tegas Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta mendatang. Yang masih mendukung agar menghentikan dukungan itu. Sebagai muslim semestinya mengikuti pedoman dari Al-Quran dan tak memiliki calon pemimpin kafir,” ucapnya.

Massa HTI itu dilaporkan melakukan long march menuju Bundaran Majestik dengan kawalan personel Polrestabes Medan. (Iwan)

Berikan Komentar