Orang Tua Korban Pembunuhan Sampaikan Terima Kasih ke Poldasu

oleh -542 views
Wadirreskrimum Poldasu AKBP H Enggar Pareanom SIK S.Sos didampingi Kasubdit III/Jatanras AKBP Faisal Napitupulu menerima orang tua korban pembunuhan di ruang kerjanya, Kamis (24/11/2016).

garudaonline, Medan | Si Yu Lien, ibu Hendrik alias Asiong (38), pengusaha barang bekas (botot) yang tewas dibunuh mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu), petang tadi, Kamis (24/11/2016).

Kedatangannya bersama anaknya Merry untuk menyampaikan ucapan terimah kasih kepada personel Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) atas keberhasilan menangkap tersangka.

Kedatangan ibu dan kakak korban diterima Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) AKBP H Enggar Pareanom SIK S.Sos dan Kasubdit III/Jahtanras AKBP Faisal.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kinerja bapak yang telah mengungkap kasus ini,” ucap Si Yu Lien kepada Wadirreskrimum Poldasu AKBP Enggar Pareanom dan Kasubdit III/Jatanras AKBP Faisal Napitupulu.

Selain mengucapkan terima kasih, keluarga korban juga hendak melihat ketiga tersangka. Namun para tersangka tak lagi berada di sel Mapoldasu, mereka telah diserahkan ke Polres Tapsel karena locus delictinya berada di sana (Polres Tapsel).

Si Yu Lien mengingat, sebelum dibunuh, anaknya sempat berpamitan untuk pergi menemui Siregar. Namun, kepergiaannya itu untuk yang terakhir kali, karena para tersangka sudah berencana ingin menghabisi nyawa Hendrik.

“Itulah entah kenapa dia mau pigi, bodoh kali,” kenang Si Yu Lien dengan mata berkaca-kaca.

Merrry, kakak Hendrik mengatakan, adiknya sudah kenal lama dengan Siregar. Saat itu, Siregar menyuruh Hendrik untuk meminjam uang sebesar Rp80 juta dengan alasan banyak barang bekas yang mau dibeli.

Tapi, Hendrik hanya menyanggupi Rp35 juta. Setelah uang itu ada, Hendrik kemudian pergi dengan para tersangka menggunakan satu mobil yang sama. Di tengah perjalanan, tersangka melancarkan aksinya.

Dengan dalih menunggu satu mobil lainnya yang akan datang, kemudian ketiga tersangka langsung memukul kepala korban menggunakan besi sebelum akhirnya dibuang ke jurang.

“Sepuluh hari kami menanti kabar Hendrik. Kami taunya adik saya sudah dibunuh dari salah satu pemberitaan di media massa. Tega kali pelakunya, otak adik saya keluar dan jenazah sempat kami semayamkan di Angsapura,” kenang Merry.

Sementara itu, Wadirreskrimum Poldasu AKBP H Enggar Pareanom SIK S.Son memastikan, para tersangka dijerat dengan ancaman hukuman mati. “Itu sudah tugas kami sebagai polisi,” ujar Enggar. (g/10)

Berikan Komentar