Paten! Medan Juga Punya Batik

oleh -292 views
Seminar Indonesia Naik Kelas (SINK): Ketua Dekranasda Kota Medan Rita Maharani Dzulmi Eldin (kerudung merah) didampingi host Risca Indah (gaun putih) menunjukkan batik Medan di sela acara seminar Indonesia Naik Kelas yang digelar KORAN SINDO & SINDOnews di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (8 November 2016). KORAN SINDO/Yudistiro Pranoto

garudaonline, Medan | Batik Medan mungkin belum dikenal banyak orang dibandingkan dengan batik yang diproduksi para pengerajin batik dari Pulau Jawa. Padahal batik Medan memiliki motif yang sangat menarik dan kualitasnya tak kalah dengan batik-batik lain di Indonesia.

“Medan juga punya batik. Sejak diperkenalkan pada Mei 2016 lalu, perlahan-lahan batik Medan memang mulai dikenal di tengah masyarakat,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin, Sabtu (12/11/2016).

Perlahan tapi pasti, batik Medan mulai dilirik publik. Bukan hanya di Kota Medan, tapi juga di Jakarta bahkan hingga Malaysia. Apalagi batik Medan terkenal dengan keunikannya seperti ada motif becak Medan, motif Istana Maimun, atau motif rumah Tjong A Fie. Selain itu motif batik lainnya, yakni jenis bunga maupun tanaman khas yang ada di Kota Medan.

“Animo masyarakat untuk memilikinya pun terus meningkat, permintaan terhadap batik medan pun kian bertambah. Hal ini tidak terlepas dari motifnya yang sangat menarik itu,” ungkap Rita.

Menurut Rita dengan diperkenalkannya batik Medan, maka secara tak langsung juga mengangkat derajat kehidupan para perajin batik di Medan, khususnya batik Medan. Apabila batik Medan semakin diminati, tentunya penghasilan para perajin batik akan bertambah.

“Kami akan terus mengenalkan batik Medan sehingga semua mengetahui. Dengan demikian orang akan tahu Kota Medan memiliki batik khas yang berbeda dengan batik- batik lainnya,” pungkasnya.

Ada yang menarik yang dilakukan Rita untuk memperkenalkan batik Medan. Selain lewat pameran hingga ke Serawak, Malaysia, belum lama ini Rita juga membuat terobosan memperkenalkan batik Medan dengan menggunakan ‘jasa’ para camat di Kota Medan. Mereka tak ubahnya seperti model mengenakan baju batik Medan dan mengenalkan nya kepada masyarakat dalam suatu acara di Kota Medan.

“September lalu kami berpartisipasi dalam “Gebyar Kerajinan Daerah Sumatera Utara 2016”. Nah ada empat camat yang saya minta menjadi model memakai batik Medan, Alhamdulillah, penampilan mereka bersama istri masing-masing dengan mengenakan busana batik Medan mendapat apresiasi dari masyarakat,” tuturnya.

Rita menambahkan, batik Medan masih harus melakukan promosi, tapi juga perlu pengembangan dan dukungan semua pihak. Salah satu dukungan yang segera terwujud, yakni pada 2017, salah satu seragam pegawainegeri sipil(PNS) Pemko Medan adalah batik Medan.

“Dengan pola dukungan yang masif seperti ini maka pemahaman publik tentang batik medan semakin baik. Mudah-mudahan batik Medan semakin dikenal luas masyarakat tak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri,” urainya. (Fidel)

Berikan Komentar