Pendidikan Lalu Lintas akan Dimasukan Dalam Mata Pelajaran PPKN

oleh -242 views
Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi dan Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel usai menandatangani MoU kesepakatan menjadikan pendidikan lalu lintas sebagai salah satu mata pelajaran.

garudaonline – Medan | Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi menyempaikan, pendidikan lalu lintas akan masuk dalam kurikulum Pendidikan Nasional Tahun Ajaran 2017 untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang akan masuk ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) atau muatan lokal.

“Mengapa dirasa penting, karena cerminan karakter suatu daerah tergambar dari kondisi lalu lintasnya. Kesadaran berlalu lintas harus dimiliki generasi bangsa, perlu pembenahan dengan cara yang tersistematis berhubungan dengan dunia pendidikan.

Penerapan ini memang merupakan yang pertama kalinya di Indonesia, kita semua berharap Sumut bisa menjadi pioneer dan memberi contoh positif dalam hal upaya pembenahan bangsa melalui pendidikan,” pungkas Tengku Erry Nuradi.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendi yang hadir dalam penandatangan kesepakatan itu mengungkapkan, Kemendikbud sebagai representasi pelaksanaan fungsi tugas Pemerintah Pusat sangat mengapresiasi gagasan Poldasu dan Pemprovsu dalam kemitraan pendidikan berlalulintas di Sumut. Gagasan itu, menurutnya sejalan dengan Program Pendidikan Pembentukan Karakter (P3K) yang sedang gencar dilakukan Kemendikbud RI.‬

“Apresiasi yang sangat tinggai kepada Kapolda Sumut dan Gubernur Sumut dalam rangka membangun kemitraan pendidikan berlalu lintas di Sumut. Karena program ini juga sehubungan dengan Program Pendidikan Pembentukan Karakter (P3K) yang dijalankan Kemendikbud RI.‬ Apabila program ini kompatibel dengan program P3K yang dijalankan Kemendikbud RI, tentu pendidikan karakter di sekolah yang ada di Sumut sempurna,” sebut Muhadjir Effendi.‬

Mendikbud RI juga menambahkan usulannya, pendidikan berlalu lintas menurutnya tidak hanya melalui proses belajar mengajar melalui mata pelajaran PPKN. Metode penyampaian belajar itu dikatakannya juga bisa dikomparasikan dengan pendidikan berbasis pada masalah seperti muatan lokal agar sekaligus memperkaya pendidikan muatan lokal yang sudah ada.‬ (g/10)

Berikan Komentar