Penyerang Markas Polda Sumut Bukan Bagian dari Forum Umat Islam

oleh -560 views
Ustaz Idra Suheri

garudaonline – Medan | Syawaluddin Pakpahan (SP), seorang dari dua terduga teroris penyerang Markas Polda Sumut pada 25 Juni 2017 lalu bukan bagian dari atau terkait dengan Forum Umat Islam (FUI) Sumut.

Hal ini ditegaskan Ketua Umum (Ketum) FUI Sumut Ustaz Idra Suheri MA kepada wartawan, di Medan, Selasa (4/7/2017) siang.

“Terduga teroris berinisial SP bukanlah anggota atau kader FUI. Dia juga tidak pernah terlihat dalam setiap kegiatan aksi bela Islam atau kegiatan Ormas-ormas Islam lainnya di Medan, Sumut. Isu tersebut tidak benar atau hoax,” tegas Ustaz Indra.

Dikatakan, aksi pembunuhan atau teror yang dilakukan seseorang dengan mengatasnamakan Agama Islam adalah tindakan yang dilarang, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.

“FUI mengutuk keras tindakan teror atau pembunuhan yang mengatasnamakan Agama Islam seperti di Markas Polda Sumut dan di Masjid Falatehan, dekat lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017) malam, karena dalam ajaran Agama Islam tidak dibenarkan membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Ustaz Indra.

Pada prinsipnya, sambung Ustaz Indra, FUI Sumut mendukung aparat kepolisian dalam pemberantasan aksi-aksi terorisme di seluruh Indonesia, tertapi tetap dengan prinsip hukum dan keadilan yang menghormati hak azasi.

Sebelumnya, aksi penyerangan Markas Polda Sumut yang mengakibatkan gugurnya seorang Bhayangkara Negara, Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging terjadi pada Minggu (25/6/2017) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB ayau 1 Syawal 1438 H.

Aksi biadab itu mendapat banyak kecaman dari berbagai Ormas Islam, di antaranya Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara. Ormas Islam terbesar di Indonesia itu mengecam keras aksi serangan terduga  teroris itu.

Kecaman keras tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PWNU Sumatera Utara Drs Afifuddin Lubis MSi di Medan, Senin (26/6/2017) lalu. Dia mengatakan peristiwa itu telah menodai kesucian 1 Syawal, Hari Raya Umat Islam karena serangan itu juga menggunakan label Islam.

“Sesuai dengan keterangan pihak yang berwajib serangan tersebut dilakukan oleh anggota ISIS dengan demikian menunjukkan kepada kita bahwa ISIS dan jaringannya sudah berada di daerah ini. Peristiwa itu telah menodai kesucian 1 Syawal, Hari Raya Umat Islam karena serangan itu juga menggunakan label Islam,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Untuk itu, sambungnya kepolisian harus menggulung habis jaringan teroris itu. Pihaknya menyatakan mendukung dengan tegas aksi kepolisian dalam menuntaskan masalah terorisme di daerah ini.

“Percayalah semua elemen masyarakat yang cinta kedamaian berada bersama Polri. Kita harus tentang semua upaya teror yang bertujuan untuk menimbulkan ketakutan di tengah tengah masyarakat,” cetusnya.

(g.01)

Berikan Komentar